DONGGALA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Palu memastikan kapal penumpang KM Dorolonda resmi melayani Pelabuhan Donggala secara reguler. Kepastian ini terjadi usai armada tersebut berhasil melakukan penyandaran perdana di Pelabuhan Donggala, Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, Sabtu (31/10/2026) pagi.
Kepala Cabang PT Pelni Palu, Christian Moreys Nainggolan, menegaskan bahwa kehadiran KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala bukan sekadar uji coba, melainkan akan berlangsung secara berkelanjutan.
“Iya, seterusnya,” kata Christian saat dikonfirmasi mengenai kepastian pelayanan reguler armada tersebut.
Pemindahan layanan penumpang Pelni trayek Teluk Palu dari Pelabuhan Pantoloan ke Pelabuhan Donggala ini mengacu pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 612 Tahun 2025.
Menanggapi kembalinya operasional kapal penumpang di wilayahnya, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kesepakatan dan komitmen bersama para pemimpin daerah sebelumnya.
“Jadi sebenarnya ini bukan merupakan keberhasilan pribadi saya. Pada tahun 2022, Rencana Induk Pelabuhan Teluk Palu ini sudah disepakati melalui komitmen bersama antara Bupati Donggala saat itu, Pak Hadi sebagai Wali Kota Palu, dan Pak Rusdy Mastura sebagai Gubernur,” ungkap Vera.
Vera menjelaskan, dalam rencana induk tersebut telah disetujui pembagian fungsi pelabuhan di kawasan Teluk Palu.
“Dalam rencana induk tersebut, disetujui bahwa Donggala difokuskan menjadi pelabuhan penumpang, sedangkan Pantoloan menjadi pelabuhan kontainer/kargo,” tambahnya.
Ia menuturkan, kembalinya kapal Pelni bersandar di Donggala memiliki makna sejarah dan emosional yang mendalam bagi masyarakat setempat.
“Yang paling utama, masyarakat Kabupaten Donggala tentu sangat bersyukur. Kita diberikan kesempatan kembali oleh negara agar kapal-kapal dari PELNI bisa beroperasi dan bersandar di Donggala. Ibaratnya, dulu Donggala inilah yang ‘melahirkan’ Kota Palu, Parigi Moutong, dan daerah lainnya. Seperti seorang ibu yang kemarin ikhlas melepas anaknya demi kejayaan Kota Palu, kini sang ibu kembali bangkit untuk kesejahteraan masyarakatnya dengan hadirnya kembali layanan ini,” tuturnya.
Sementara itu, pada pelayaran perdananya di Donggala, KM Dorolonda tercatat menurunkan sebanyak 222 penumpang dan mengangkut 101 penumpang baru. Selain itu, terdapat 968 penumpang lanjutan yang tetap berada di atas kapal untuk meneruskan perjalanan.
Adapun rute pelayaran lanjutan KM Dorolonda mencakup jalur Donggala – Bitung – Ternate – Sorong – Manokwari – Biak – Serui – Jayapura.
Christian menjelaskan, jumlah muatan penumpang tersebut masih berada dalam batas aman. Berdasarkan dispensasi dari Kementerian Perhubungan, KM Dorolonda mampu mengangkut hingga 2.900 penumpang.
Terkait wacana pemindahan operasional kapal Pelni lainnya, yakni KM Lambelu, pihak Pelni menyatakan belum ada keputusan resmi.
“Untuk saat ini KM Lambelu masih beroperasi di Pelabuhan Pantoloan,” pungkas Christian. BIM