PALU – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Donggala berkolaborasi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Sulawesi Tengah menguji 35 sampel ikan dan udang untuk mendeteksi dini potensi Hama dan Penyakit Ikan (HPI) di tiga kawasan budidaya strategis.
Pengambilan sampel yang berlangsung pada 15–18 September 2026 ini terdiri atas 20 ekor udang dan 15 ekor ikan yang diambil dari lima petak tambak serta lima petak kolam air tawar. Adapun lokasi pemantauan meliputi Tambak Tradisional Desa Lalombi (Kecamatan Banawa Selatan), Balai Benih Ikan Desa Rano (Kecamatan Balaesang Tanjung), dan UPTD Tambak Percontohan Desa Tonggolobibi (Kecamatan Sojol).
Kepala Diskan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, mengatakan deteksi dini diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi keberlanjutan usaha budidaya masyarakat.
“Deteksi dini seperti ini merupakan bagian dari tata kelola perikanan budidaya yang sehat. Kesehatan udang dan ikan menjadi faktor penting bagi keberhasilan dan keberlanjutan usaha budidaya masyarakat di Kabupaten Donggala,” katanya, Jumat (18/9/2026).
Menurut Ali, koordinasi dengan instansi karantina diperlukan agar potensi hama dan penyakit dapat diketahui melalui pemeriksaan sebelum pemerintah menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pengujian.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan instansi karantina perlu terus dijaga untuk memastikan setiap potensi ancaman hama dan penyakit dapat dideteksi dan ditangani sejak dini,” ujarnya.
Selain menguji biota, petugas juga mengambil sampel air di area sasaran yang mencakup tambak seluas 7 hektare, kolam air tawar seluas 2 hektare, dan tambak percontohan seluas 3 hektare. Dalam pemeriksaan lapangan, tercatat pH air payau di area tambak mencapai angka 9.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengelolaan Perikanan Budidaya, Moh. Saleh, menyatakan hasil pemeriksaan HPI belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil pengujian laboratorium.
“Yang diuji adalah air serta ikan dan udang. Untuk HPI, kami masih menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan keluar pekan depan,” ucapnya.
Selama proses pengujian berlangsung, tim juga memberikan arahan kepada para pembudidaya mengenai pengelolaan kualitas air, kebersihan lingkungan budidaya, pemberian pakan, kepadatan tebar, serta pemantauan kesehatan ikan secara berkala. **