– Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp30,2 miliar untuk pembangunan tahap pertama (KNMP) di enam lokasi se-Kabupaten Donggala. Pembangunan fasilitas kelautan modern ini resmi dimulai lewat peletakan batu pertama di Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kamis (8/10/2026).

Peletakan batu pertama oleh Bupati Donggala tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pengerjaan KNMP secara simultan di lima titik kawasan pesisir lainnya.

Pembangunan fasilitas pendukung aktivitas nelayan ini mencakup tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, kantor pengelola, dok kapal, pabrik es, cold storage, hingga kios perbekalan.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni menegaskan bahwa proyek strategis ini tidak boleh berhenti hanya pada penyelesaian fisik bangunan semata.

“Saya berharap Kampung Nelayan Merah Putih tidak berhenti pada pembangunan fisik. Setelah dibangun, kawasan ini harus benar-benar hidup. Ikan lebih mudah didaratkan, disimpan dan dipasarkan, harganya lebih pasti, dan nelayan mendapatkan manfaat yang lebih besar,” ujar Vera.

Menurutnya, keberlanjutan fungsi kawasan KNMP sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Dinas Kelautan dan , koperasi, hingga pelaku usaha lokal.

Guna memperluas dampak positif bagi wilayah pesisir, Donggala juga telah mengusulkan 10 lokasi tambahan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk alokasi pembangunan tahun anggaran 2027.

Dalam skema pembangunan tahap pertama ini, Pemkab Donggala mengambil peran utama dalam penyediaan lahan serta sosialisasi pemanfaatan fasilitas kepada masyarakat nelayan.

“Nelayan semakin kuat, petani semakin produktif, ekonomi masyarakat semakin bergerak. Itulah yang kita inginkan untuk Donggala,” tegas mantan Wakil Bupati Donggala tersebut.

Pemkab Donggala mematok target seluruh pengerjaan fisik di enam kawasan KNMP dapat rampung sepenuhnya pada Desember 2026.

Adapun enam lokasi KNMP tahap pertama tersebut tersebar di Desa Salubomba (Banawa Tengah), Desa Lero Tatari (Sindue), Desa Tompe (Sirenja), Desa Pangalasiang (Sojol), Desa Batusuya (Sindue Tombusabora), serta Kelurahan Boneoge (Banawa). BIM