DONGGALA – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala terus memperkuat sektor perikanan darat melalui optimalisasi Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Rano, Kecamatan Balaesang Tanjung. Fasilitas ini menjadi pilar utama dalam menyediakan bibit unggul bagi para pembudidaya di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf, menjelaskan bahwa pembangunan BBI ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang selama tiga tahun terakhir untuk memulihkan infrastruktur perikanan daerah yang sempat terdampak berbagai kendala teknis dan administratif.
Di balai tersebut, produksi difokuskan pada benih ikan nila dan ikan mas. Pemilihan kedua jenis komoditas ini didasarkan pada permintaan pasar yang tinggi serta kecocokan habitat air tawar di wilayah Donggala, khususnya bagi masyarakat di sekitar kawasan danau.
“Fokus kami adalah benih ikan nila dan mas. Kami sangat memperhatikan keseimbangan ekosistem di Danau Rano, sehingga pemilihan benih harus selaras dengan kondisi alam setempat,” ungkap Ali, Kamis (23/4/2026).
Pihak dinas memastikan bahwa kehadiran BBI di Desa Rano bukan sekadar pusat produksi, melainkan juga instrumen untuk menjaga kedaulatan pangan daerah. Dengan adanya sumber benih lokal, ketergantungan pembudidaya terhadap pasokan bibit dari luar daerah dapat diminimalisir.
Ali menambahkan, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis perikanan air tawar, sekaligus memastikan ekosistem perairan darat di Kabupaten Donggala tetap produktif dan lestari secara berkelanjutan. BIM