DONGGALA – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala resmi mengoperasikan tambak percontohan di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol. Pembangunan pusat budidaya ini dilakukan untuk menggantikan aset daerah yang hilang pascapemekaran wilayah, sekaligus menjadi pusat peningkatan kapasitas bagi para pembudidaya lokal.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf, mengungkapkan bahwa setelah Tambak Lebo menjadi aset Kabupaten Parigi, Pemkab Donggala berkomitmen membangun kembali fasilitas serupa. Desa Tonggolobibi dipilih karena lokasinya yang strategis di jalur trans sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
“Kami ingin pembudidaya kecil memiliki media pembelajaran yang dekat. Ini adalah bentuk transformasi teknologi agar mereka tidak perlu jauh-jauh ke ibu kota kabupaten untuk mendapatkan pembinaan,” ujar Ali, Kamis (23/4/2026).
Di atas lahan seluas hampir 2 hektare tersebut, dinas telah membangun berbagai infrastruktur modern. Selain tambak pembesaran dengan sistem polikultur udang dan bandeng, kawasan ini juga dilengkapi dengan instalasi bioflok, jalan produksi, area sortir hasil panen, hingga kantor UPTD.
Ke depan, pengelolaan tambak ini akan mengusung konsep berkelanjutan dengan sistem tumpang sari berbasis ekosistem mangrove. Langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas perikanan tetap berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan di pesisir Donggala.
Ali menambahkan, pihaknya kini tengah mengusulkan kawasan Tonggolobibi masuk ke dalam program strategis nasional sebagai Kampung Budidaya. Jika disetujui, proyek ini akan mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pengembangan skala besar. MAZ