– Dinas Kabupaten Donggala menjadwalkan pendistribusian bantuan protein hewani bagi keluarga berisiko di Desa Malino dan Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di wilayah yang sulit dijangkau.

Kepala Dinas Perikanan Donggala, , menyatakan bahwa penyaluran bantuan berupa 1,2 ton ikan segar dan 500 paket olahan ikan tersebut ditargetkan terealisasi pada akhir April 2026. Saat ini, pihak dinas tengah merampungkan validasi data agar bantuan jatuh ke tangan yang tepat.

“Rencananya akan kami salurkan pada 27 atau 28 April mendatang. Kami fokus pada desa-desa ini karena selain angka risikonya tinggi, lokasinya juga terpencil sehingga selama ini belum tersentuh intervensi,” jelas Ali, Kamis (23/4/2026).

Pemilihan lokasi distribusi didasarkan pada arahan Bupati Donggala serta data dari Dinas P2KBP3A. Tercatat, masing-masing desa memiliki hampir 200 kepala keluarga yang masuk dalam kategori berisiko. Program ini diharapkan mampu mendorong tingkat konsumsi ikan sebagai sumber gizi utama masyarakat setempat.

Mengingat sulitnya akses geografis, terutama menuju Desa Lumbulama, Dinas Perikanan menggandeng Forkopimcam, TNI, dan Polri untuk proses mobilisasi bantuan. Sinergi ini diperlukan guna memastikan logistik pangan tersebut sampai ke warga tanpa terkendala medan yang berat.

Program ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan Pemkab Donggala dalam memperluas cakupan penanganan stunting hingga ke pelosok desa yang sebelumnya sulit terjamah program bantuan serupa. BIM