– Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Donggala melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kabupaten Donggala pada tahun 2025 tercatat sebanyak 4.400 orang.

Kepala Disnakertrans Donggala, Moh , menyatakan bahwa pihaknya fokus pada program pelatihan kerja untuk memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat. Program ini mencakup pelatihan keterampilan domestik hingga persiapan bekerja ke luar negeri.

“Upaya yang kami lakukan di antaranya pendidikan dan pelatihan, terutama bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), seperti pelatihan bahasa dan budaya Jepang,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ilham menjelaskan bahwa keterbatasan lapangan kerja formal di daerah menjadi alasan pemerintah mendorong peluang kerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Program ini bekerja sama dengan LPK Yayasan Sing Indonesia sekaligus mendukung gerakan “Satu Desa, Satu PMI”.

“Diharapkan penyerapan tenaga kerja ke luar negeri bisa meningkat, sehingga angka pengangguran di Donggala dapat ditekan,” harap Ilham.

Selain program luar negeri, Disnakertrans akan menggelar pelatihan berbasis masyarakat melalui Mobile Training Unit (MTU) pada pertengahan 2026. Agenda tersebut meliputi pelatihan menjahit di Kelurahan Boneoge dan pelatihan komputer di Desa Batusuya yang dijadwalkan pada Mei atau Juni mendatang.

Pihak dinas memastikan akan terus mendampingi para peserta hingga mendapatkan penempatan kerja yang layak. 

“Peserta yang telah mengikuti pelatihan akan kami fasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Untuk menjamin keamanan tenaga kerja, peserta pelatihan bahasa Jepang akan mengikuti uji kompetensi sebelum diberangkatkan sesuai prosedur. Informasi rekrutmen nantinya akan disosialisasikan secara masif melalui pemerintah desa dan akun media sosial resmi Disnakertrans Donggala. **