PALU – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Donggala resmi dilantik secara serentak bersama pengurus DPW, DPC kabupaten/kota lain, hingga Gekrafs Kampus se-Sulawesi Tengah periode 2026–2029 di Grand Sya Hotel, Palu, pada Selasa (28/7/2026) malam.
Dalam pelantikan tersebut, secara resmi menerbitkan dan mengumumkan penetapan kepengurusan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 001/FORMATUR/DPC-DGL/VII/2026 untuk masa bakti 2026–2030. Rehstaat H. Pelu secara resmi memegang mandat sebagai Ketua DPC Gekrafs Donggala.
Kegiatan pelantikan serentak ini dihadiri langsung oleh jajaran elit Pengurus Pusat (DPP) Gekrafs, di antaranya Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian, Ketua Harian Erwin A. Soerjadi, hingga Wakil Ketua Umum A.M. Akbar Supratman. Acara yang mengusung moto “BERKARYA, BERDAYA, BERTUMBUH” ini juga turut dihadiri jajaran Forkopimda hingga akademisi.
Usai prosesi pelantikan, Ketua DPC Gekrafs Donggala, Rehstaat H. Pelu, menegaskan komitmennya untuk langsung bergerak mengawal serta memajukan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Donggala. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah saat ini menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Bupati Donggala, Vera Elena Laruni.
”Sebenarnya, kondisi ekonomi di Donggala sudah semakin membaik di bawah kepemimpinan Ibu Bupati, Ibu Vera Elena Laruni. Saat ini, tugas kita di Gekrafs adalah mendorong dan mendukung sektor ekonomi kreatif, karena hal tersebut merupakan bagian dari ranah Gekrafs yang ditunjang oleh banyaknya potensi wisata di Kabupaten Donggala,” ujar Rehstaat.
Ia memaparkan bahwa Kabupaten Donggala memiliki potensi geografis dan pariwisata yang sangat luas di 16 kecamatan, mencakup 5 kecamatan di wilayah Banawa dan 11 kecamatan di wilayah Pantai Barat. Sejumlah destinasi unggulan seperti Tanjung Karang, Bonebula, Pusat Laut, hingga kawasan wisata heritage kota kini tengah gencar dikembangkan oleh pemerintah daerah, dengan rencana perluasan pembangunan ke kawasan Pantai Barat.
Guna menopang sektor pariwisata tersebut, Rehstaat menegaskan bahwa Gekrafs Donggala hadir untuk mengangkat potensi lokal yang bernilai ekonomi tinggi, mulai dari produk kriya, seni pertunjukan, hingga kuliner khas.
”Di sinilah Gekrafs berperan mendorong ekonomi kreatif. Kita memiliki potensi besar seperti Kain Bomba atau Tenun Donggala, seni musik tradisional seperti Dadendate dan kecapi, hingga olahan kuliner khas seperti bawang goreng dan abon Donggala. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dan berdialog dengan Bupati serta dinas terkait, khususnya Dinas UMKM dan Dinas Pariwisata,” jelasnya.
Selain memperkuat sinergi di tingkat daerah, Gekrafs Donggala juga berkomitmen membangun kolaborasi erat dengan pengurus DPW Provinsi maupun DPP Gekrafs Pusat. Sinergi ini juga mendapat dukungan penuh dari tokoh muda Sulawesi Tengah, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI/DPD RI.
”Kami berupaya membangun sinergi dengan Gekrafs Pusat dan DPW Gekrafs Provinsi. Kami juga mendapat dukungan dari sosok yang sangat peduli terhadap ekonomi kreatif, yaitu Kak Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Beliau bisa dikatakan sebagai panglima pemuda Sulawesi Tengah yang aktif mendorong kemajuan ekonomi kreatif di daerah kita,” pungkas Rehstaat.
Guna menjalankan berbagai agenda strategis tersebut, kepengurusan DPC Gekrafs Donggala dibentuk dengan susunan struktur organisasi yang solid dan komprehensif.
Selain jajaran Pengurus Harian yang mencakup Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara, kepengurusan ini juga didukung oleh Dewan Pembina, Dewan Penasehat, serta Dewan Pakar. Operasional DPC Gekrafs Donggala diperkuat oleh delapan bidang kerja strategis, yakni Bidang Organisasi, Kaderisasi & Kelembagaan (OKK); Bidang Kerjasama, Media & Pemasaran; Bidang HAKI, Hukum & Advokasi; Bidang Pengembangan Talenta & Sumber Daya Ekonomi Kreatif; Bidang Event, Sosialisasi Program & Pembinaan Komunitas; Bidang Pengembangan Teknologi & Transformasi Digital; Bidang Pembiayaan Inovatif & Kemudahan Bisnis Ekraf; serta Bidang Riset & Pelestarian Budaya Tradisi Nusantara. BIM