PALU – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten menggelar Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Angkatan II Tahun Anggaran 2026 di Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu, Senin (7/9/2026). Sebanyak 20 warga Kabupaten Donggala mengikuti pelatihan yang akan berlangsung selama 96 hari tersebut.

Kepala Disnakertrans Donggala, Moh Ilham Yunus, menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk memperluas kesempatan masyarakat ke luar negeri melalui peningkatan kapasitas dan pemahaman budaya negara tujuan.

“Ini salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam rangka perluasan kesempatan kerja, terutama untuk bekerja di luar negeri,” ujar Ilham, Selasa (8/9/2026).

Selain menguasai bahasa, Ilham menekankan pentingnya calon pekerja migran memahami budaya lokal agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang.

“Ini bekerja di luar negeri bukan suatu perjalanan yang mudah. Mereka harus dibekali dengan pelatihan bahasa. Di samping bahasa, mereka juga harus diperkenalkan bagaimana budaya Jepang,” katanya.

Ilham menambahkan, pasar kerja di Jepang membutuhkan tenaga kerja yang terampil, bertanggung jawab, mampu bekerja dalam tim, serta patuh terhadap aturan yang berlaku.

“Jadilah pekerja yang baik. Kita harus menjaga martabat bangsa Indonesia,” tegas Ilham.

Program pelatihan ini merupakan keberlanjutan dari angkatan pertama, di mana lima peserta di antaranya telah diberangkatkan ke Jepang dan 13 lainnya masih dalam tahap persiapan. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta angkatan kedua akan menjalani tes evaluasi untuk menentukan kesiapan mereka memasuki tahap kontrak kerja.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Donggala berharap dapat menekan angka pengangguran di daerah secara signifikan.

“Target kita kalau bisa satu desa satu anak, satu pekerja migran Indonesia,” pungkasnya. BIM