DONGGALA – Menghadapi tantangan yang masih di angka 29,6 persen, Bupati Elena Laruni menekankan pentingnya penanganan terpadu dan menjauhi kerja-kerja parsial. Penanganan mulai dari sanitasi hingga edukasi keluarga menjadi poin utama yang ditekankan dalam pembukaan Pra Musrenbang Tematik Stunting tahun 2026 di Kantor Bupati, Kamis (12/3/2026).

Vera menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia Donggala di masa depan. Agenda ini menjadi prioritas nasional guna menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Stunting adalah persoalan masa depan. Jika tidak ditangani serius, kualitas generasi kita di masa depan akan terhambat. Ini adalah agenda prioritas nasional demi menyiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Vera dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Donggala telah menetapkan target ambisius untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 24,3 persen pada tahun 2026. Vera mengingatkan bahwa untuk mencapai target tersebut, seluruh elemen pemerintah daerah harus bergerak bersama secara konsisten.

Ia merincikan bahwa intervensi harus menyentuh akar permasalahan, mulai dari pelayanan dasar bagi ibu dan anak hingga ketersediaan infrastruktur pendukung di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

“Penanganan stunting harus dikerjakan bersama, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, akses air bersih dan sanitasi hingga penguatan peran keluarga serta edukasi masyarakat,” jelasnya.

Melalui forum Pra Musrenbang ini, koordinasi antar perangkat daerah diharapkan semakin kuat. Vera ingin memastikan setiap program yang disusun tidak hanya sekadar rencana, tetapi benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Donggala juga memberikan penghargaan kepada tiga kecamatan yang dinilai paling berhasil menekan angka stunting sepanjang tahun 2025.

Kecamatan Sojol meraih predikat terbaik pertama, disusul Kecamatan Sindue Tobata sebagai terbaik kedua, dan Kecamatan Tanantovea di posisi ketiga. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi wilayah lain di Kabupaten Donggala.**