DONGGALA – Pemerintah Kabupaten mulai mematangkan strategi untuk mengejar target penurunan angka stunting di tahun mendatang. Melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting yang digelar di Ruang Kasiromu, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dengan dihadiri Sekretaris Daerah Rustam Efendi, Perencana Ahli Muda Bappeda Sulteng Ilham Bisno, serta jajaran pimpinan OPD, camat, hingga kader posyandu dan kepala desa.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Donggala, Arief Budiman, menjelaskan bahwa forum ini merupakan langkah strategis untuk mengukur sejauh mana kinerja percepatan penurunan stunting yang telah berjalan, sekaligus memberikan apresiasi bagi para pemangku kepentingan di tingkat akar rumput.

“Pra Musrenbang Tematik Stunting merupakan forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja percepatan penurunan stunting, merumuskan usulan kegiatan intervensi, serta mengapresiasi peran para pemangku kepentingan di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Arief.

Arief menambahkan, forum ini juga berfungsi sebagai tahap penguatan perencanaan sebelum berlanjut ke Musrenbang Kabupaten. Fokus utamanya adalah melakukan analisis situasi dan penandaan (tagging) anggaran agar program yang disusun benar-benar sinkron dengan kebutuhan lapangan.

Berdasarkan rencana strategis daerah, Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 26,6 persen pada tahun 2026, dan terus ditekan hingga mencapai 23,8 persen pada tahun 2027.

“Target tersebut membutuhkan transformasi strategi dari sekadar pemenuhan administratif menuju penajaman program yang lebih konkret dan berorientasi pada hasil,” tegas Arief dalam paparannya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir daftar rencana program yang mencakup berbagai bidang, mulai dari fisik prasarana, sosial budaya, hingga penguatan ekonomi keluarga. Hal ini dilakukan guna memastikan intervensi stunting berjalan secara menyeluruh.

Agenda yang diikuti oleh 200 peserta secara langsung dan 167 peserta secara daring ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Donggala dalam melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader pembangunan manusia dan koordinator KB tingkat kecamatan, untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat.**