PALU – Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah menggelar peningkatan kapasitas OSIS dan Pramuka tingkat SMA/SMK se-Kota Palu, Kamis (16/10/2025), dengan tujuan mendorong pelajar menjadi agen penyuluhan / di sekolah masing-masing.

Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, mengatakan pelajar memiliki peran strategis sebagai pelopor pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda. Ia meminta guru pendamping memberikan kesempatan agar para pelajar bisa berbagi pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan teman sebaya.

“Bapak ibu guru tolong berikan jadwal mereka untuk menyampaikan materi dan penyuluhan ke teman-temannya. Jangan biarkan informasi ini hanya tersimpan sendiri,” ujarnya.

Wagub menekankan bahwa materi edukasi yang komprehensif akan menjadi panduan efektif dalam pencegahan penyakit menular ini.

Ia juga menyoroti pergaulan bebas sebagai salah satu faktor risiko HIV/AIDS. “Bergaul boleh tapi ingat, ada batasnya. Jaga diri kalian dan teman-teman dari bahaya penyakit mematikan ini,” tegas Wagub.

Untuk memastikan penyampaian informasi tepat sasaran, Wagub meminta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulteng menyiapkan materi terstandar yang bisa disebarkan pelajar ke teman-temannya.

“Tolong KPA berikan materi yang jelas dan mudah dipahami, supaya bisa disebarkan lagi ke teman-teman di sekolah,” tambahnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa hingga April 2024, Sulawesi Tengah tercatat 4.023 kasus HIV positif, dengan lebih dari 90% penularannya melalui hubungan seksual berisiko, baik heteroseksual maupun homoseksual . Sementara itu, di Kota Palu, tercatat 199 kasus HIV dan 13 kasus AIDS sepanjang tahun 2024 .

Acara ini diikuti perwakilan pelajar dan guru pendamping dari 13 sekolah di Kota Palu. Turut hadir Plt Kadis Kesehatan Sulteng Wayan Apriani, SKM., M.Epid, dan Sekretaris KPAP Sulteng Bambang Suwandi, yang mendukung penuh penyebaran edukasi HIV/AIDS di kalangan pelajar.**