DONGGALA – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala menyiapkan enam lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tahun 2026. Proyek ini diperkirakan menyerap anggaran APBN mencapai Rp30,2 miliar.
“Kalau kita lihat dari enam lokasi yang disampaikan oleh pusat kepada Donggala itu, Donggala dapat menyerap dana APBN melalui program Kampung Nelayan itu kurang lebih Rp30,2 miliar untuk enam lokasi,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, Senin (14/9/2026).
Ali menjelaskan, dari 12 titik yang awalnya diusulkan ke pemerintah pusat, saat ini terdapat enam lokasi yang disetujui untuk diproses. Dua lokasi di antaranya telah memasuki tahap pembangunan, yaitu di Desa Batusuya (Kecamatan Sindue Tombusabora) dan Desa Pangalasiang (Kecamatan Dampelas).
Sementara itu, empat lokasi lainnya masih menunggu penyelesaian status lahan, yakni di Kelurahan Boneoge, Dusun Kulolu (Kelurahan Ganti), Desa Wani, dan Desa Lero Tatari.
“Kami dari Dinas Perikanan juga sudah mendapatkan surat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan perihalnya penyampaian rencana pekerjaan pembangunan Kampung Nelayan tahun 2026,” lanjut Ali.
Penyelesaian administrasi tanah menjadi syarat mutlak sebelum pengerjaan fisik di empat titik tersebut dimulai.
Kawasan KNMP kelak dilengkapi berbagai sarana penunjang, seperti tambatan perahu, tempat pendaratan ikan (TPI), bengkel, area kuliner, kantor pengelola, penerangan kawasan, hingga pabrik es portabel. Program ekonomi biru ini diharapkan mampu mendorong swasembada pangan, meratakan perekonomian, serta mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir Donggala. **/BIM