Kabupaten Donggala terus mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya menekan angka di daerah tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf, mengatakan program penyaluran ikan menjadi salah satu bentuk intervensi untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya keluarga berisiko stunting.

“Melalui program ini, kita ingin mendorong masyarakat agar lebih banyak mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani,” ujar Ali Assagaf, usai menyaluran bantuan ikan di Kelurahan Gunung Bale Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, intervensi dilakukan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

“Pemerintah hadir sebagai fasilitator, dan pelaksanaannya melibatkan kelurahan serta masyarakat setempat,” katanya.

Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan sangat penting dalam mendukung pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak dan keluarga berisiko stunting.

“Kita berharap ada peningkatan konsumsi ikan per kapita, karena ini sangat berpengaruh terhadap perbaikan gizi masyarakat,” jelasnya.

Untuk tahun anggaran 2026, program konvergensi stunting telah dilaksanakan di beberapa wilayah, dimulai dari Kecamatan Banawa Selatan dan dilanjutkan di Kecamatan Banawa.

Pemilihan lokasi didasarkan pada data wilayah dengan angka risiko stunting yang cukup tinggi serta minimnya intervensi pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan perluasan program ke wilayah kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang masih memiliki keterbatasan akses.

“Ke depan, kita rencanakan intervensi ke daerah seperti Pinembani dan wilayah terpencil lainnya agar program ini merata,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendekatan langsung ke masyarakat juga menjadi strategi agar program lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kita turun langsung ke lapangan supaya bisa melihat kondisi riil dan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Ali Assagaf. BIM