DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Perikanan bergerak melakukan intervensi konvergensi terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan masyarakat Miskin Ekstrem.
Meski harus menembus medan berat di wilayah pegunungan, bantuan berupa 1,2 ton ikan segar dan ratusan paket olahan perikanan berhasil disalurkan ke wilayah pelosok, yakni Desa Lumbu Lama dan Desa Malino, Kecamatan Banawa Selatan, Selasa (28/4/2026).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ir. Ali Assagaf, S.P.I, MH, menegaskan bahwa penyediaan asupan protein hewani sangat krusial bagi masyarakat di dataran tinggi yang secara demografis memiliki akses terbatas terhadap komoditas laut. Kandungan gizi pada ikan dianggap sebagai solusi paling efektif dalam menekan angka gangguan pertumbuhan anak.
“Ikan mengandung Omega 3 yang sangat penting untuk tumbuh kembang janin, perkembangan otak, sistem saraf, hingga kepadatan tulang anak. Ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan anak-anak di wilayah pegunungan mendapatkan hak gizi yang sama,” ujar Ali Assagaf saat memimpin tim teknis di Desa Lumbu Lama.
Kegiatan ini menyasar dua desa prioritas berdasarkan data dari Dinas P2KB dan BAPPEDA Kabupaten Donggala. Sebanyak 159 KK di Desa Malino dan 195 KK di Desa Lumbu Lama menerima bantuan yang terdiri dari 1,2 ton ikan segar serta 708 paket olahan berupa abon dan stik ikan. Penyaluran di Desa Malino dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mohammad Fahri, S.Sos, M.Si.
Fokus utama intervensi kali ini adalah Desa Lumbu Lama, sebuah wilayah yang dikategorikan sebagai daerah Terpencil, Terisolasi, dan Tertinggal (3T). Terdiri dari 6 dusun yang saling berjauhan di perbukitan tinggi dan berbatasan dengan Kabupaten Sigi, tim teknis harus menaklukkan tantangan geografis demi mewujudkan Visi dan Misi Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, SE.
Program ini dilakukan secara terintegrasi dengan menyisir data Keluarga Miskin Desil 1 & 2. Pemerintah berharap pemberian bantuan ini berdampak linear terhadap penurunan angka stunting hingga 15,5% dan penurunan kemiskinan ekstrem hingga ke angka 10,3% secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Donggala.
Selain menurunkan angka stunting, Pemkab Donggala juga mengejar target indikator kinerja konsumsi ikan nasional. Dengan bantuan stimulan ini, diharapkan tingkat konsumsi ikan masyarakat dapat meningkat hingga mencapai target 61,62 kg/kapita/tahun pada tahun 2026 mendatang. **