– Kepala Kabupaten Donggala,, mendampingi kunjungan kerja Bupati Donggala dan Ketua DPRD di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, guna meninjau sejumlah aset strategis perikanan, Rabu (15/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung operasional pabrik es yang memiliki kapasitas produksi 300 balok per hari. Fasilitas ini menjadi tumpuan bagi pelaku usaha perikanan dalam menjaga kualitas prosesing ikan segar di wilayah tersebut.

“Tadi Ibu Bupati sudah melihat bersama-sama Ketua DPRD, mengunjungi dan melihat secara langsung pelayanan bahan baku es untuk kebutuhan prosesing ikan segar di pabrik es. Beliau melihat pabrik es ini memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pelaku usaha perikanan,” ujar Ali Assegaf.

Menindaklanjuti arahan Bupati, Ali menyatakan akan segera membangun fasilitas penampungan (gudang es) tambahan.

 “Masukan Ibu Bupati untuk disediakan fasilitas penampungan agar produksi bisa kontinu sangat baik. Kami akan segera merespons untuk membangun penampungan es balok sehingga produksi jalan terus,” tambahnya.

Selain pabrik es, peninjauan juga dilakukan di Tambak Percontohan seluas 3 hektare. Ali menjelaskan bahwa lokasi ini diproyeksikan menjadi pusat transformasi teknologi bagi pembudidaya di wilayah Sojol, Sojol Utara, hingga Dampelas. Saat ini, tambak tersebut mengaplikasikan sistem polikultur udang dan bandeng, serta budidaya ikan nila.

Ali menekankan bahwa keberadaan tambak ini sangat membantu efisiensi para pembudidaya lokal. 

“Pembudidaya tambak tidak perlu ke mana-mana, kita sediakan fasilitas ini. Kalau harus ke Donggala, biayanya cukup besar. Cukup di sini karena ada petugas perikanannya, kita ajarkan cara budidaya,” jelasnya.

Ke depan, Dinas Perikanan akan melakukan penataan ulang tata letak (layout) kawasan dan meningkatkan teknologi dari semi-tradisional menjadi intensif atau semi-intensif sesuai saran Bupati guna mendongkrak produktivitas.

Di akhir pernyataannya, Ali Assegaf mengungkapkan harapannya agar fasilitas ini benar-benar menjadi pusat peningkatan kualitas SDM. Meskipun ia mengakui bahwa saat ini SDM perikanan spesialis pembudidaya masih terbatas, pihak Dinas berkomitmen untuk menyiapkan tenaga ahli tersebut.

“Harapan kami dengan adanya tambak ini bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM bagi pembudidaya tambak sebagai ajang untuk belajar. Selain itu, ke depannya dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan pendapatan daerah. Itulah yang akan menjadi fokus kerja kami untuk menyiapkan semuanya,” pungkas Ali. **