– Anggota , , secara khusus mengundang dan remaja dalam agenda penjaringan aspirasi () yang digelar di Jl. Agatis Lr. I, Kelurahan , Kamis (5/2/2026). Sekitar 70–80 persen peserta yang hadir berasal dari kalangan generasi muda.

Sucipto menjelaskan, pelibatan anak muda berusia 17 hingga 25 tahun dilakukan secara sengaja karena selama ini kelompok usia tersebut jarang dilibatkan langsung dalam proses perencanaan pembangunan, padahal merekalah generasi yang paling terdampak dan akan menjadi pelanjut pembangunan daerah dalam jangka panjang.

“Anak muda hari ini adalah penentu arah Kota Palu 10 sampai 20 tahun ke depan. Kalau sejak sekarang mereka tidak paham bagaimana proses pembangunan berjalan, kita akan kehilangan regenerasi,” ujar Sucipto.

Ia menilai, minimnya keterlibatan anak muda selama ini membuat banyak dari mereka tidak memahami mekanisme pembangunan, seperti reses dan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Akibatnya, potensi ide kreatif dan gagasan produktif dari generasi muda sering tidak masuk ke dalam sistem pembangunan daerah.

Karena itu, dalam reses kali ini Sucipto sengaja mengubah pola undangan yang sebelumnya lebih banyak dihadiri orang tua. Ia ingin memberi ruang lebih luas bagi anak muda untuk menyampaikan langsung kebutuhan, ide usaha, hingga gagasan ekonomi kreatif.

“Biasanya yang diusulkan itu soal jalan dan drainase. Tapi anak muda berbeda, mereka bicara soal usaha, kreativitas, dan peluang kerja. Ini yang harus kita dengar,” jelasnya.

Sucipto juga menekankan bahwa lapangan kerja di sektor formal sangat terbatas, sementara jumlah anak muda terus bertambah setiap tahun. Kondisi tersebut menuntut adanya alternatif melalui pengembangan ekonomi kreatif dan usaha mandiri berbasis komunitas.

Dalam reses tersebut, ia mendorong anak muda agar lebuh kritis juga berani mengajukan ide dan membentuk kelompok usaha. Ia juga membagikan formulir aspirasi sebagai langkah awal agar gagasan anak muda dapat dihubungkan dengan program-program di organisasi perangkat daerah (OPD).

“Tugas saya adalah menjembatani aspirasi itu ke OPD agar masuk dalam sistem. Selama ada kemauan bekerja dan berkolaborasi, ide-ide anak muda pasti bisa direalisasikan,” tegas Sucipto.

Sebagai bentuk realisasi, Sucipto menyebutkan beberapa usulan anak muda yang telah dan akan diwujudkan tahun ini, di antaranya bantuan tenda lima petak untuk kelompok usaha pemuda di Lalove serta pengadaan alat musik marawis dan sound system untuk remaja masjid.

Ia berharap, melalui reses yang berpihak pada generasi muda, anak-anak muda Kota Palu dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan tidak lagi hanya bergantung pada lapangan kerja formal maupun orang tua.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palu, Gandi, serta Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Nanda. BIM