PALU – Yayasan Sikola Mombine menggelar pertemuan strategis bersama Bupati Kabupaten Tojo Una-Una dan Kepala BPKAD Kabupaten Tojo Una-Una di Palu pada Rabu (8/1/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan program pembangunan daerah, khususnya terkait tata kelola hutan dan lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Yayasan Sikola Mombine, Nur Safitri Lasibani, menjelaskan pelaksanaan Program SETAPAK (Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik) yang didukung oleh The Asia Foundation (TAF).
“Program ini difokuskan pada penguatan perhutanan sosial di Desa Podi dan Desa Sansarino melalui pemberdayaan kelompok perempuan (KUPS) agar mampu mengelola hutan secara berkelanjutan,” katanya.
Sikola Mombine juga mendorong Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una untuk mengadopsi skema Ecological Fiscal Transfer (EFT) melalui skema TAKE. Skema ini diusulkan agar Alokasi Dana Desa (ADD) dapat direformulasi menjadi insentif berbasis kinerja ekologis bagi desa yang berhasil melindungi sumber daya alamnya. Langkah ini dinilai strategis mengingat Tojo Una-Una merupakan salah satu daerah dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tertinggi.
Bupati Kabupaten Tojo Una-Una menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut selama memberikan manfaat bagi kemajuan daerah. Kata Bupati, kontribusi Yayasan Sikola Mombine dalam membantu pemerintah mewujudkan visi-misi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD.
Sebagai tindak lanjut, Yayasan Sikola Mombine berencana segera melakukan sosialisasi program EFT kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan pembentukan tim teknis untuk membahas detail pelaksanaan skema insentif tersebut di tingkat kabupaten.***