PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., membuka kegiatan Skrining Penyakit Jantung Bawaan yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sulawesi Tengah di SDIT Bina Insan Palu, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian CHD Awareness Week.
Skrining yang mengusung tema “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Selamatkan Masa Depan Anak” tersebut dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari kampanye nasional peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan atau Congenital Heart Disease (CHD).
Dalam sambutannya, dr. Reny menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit jantung bawaan pada anak. Menurutnya, skrining menjadi langkah awal yang sangat krusial agar penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin.
“Penyakit jantung bawaan adalah masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Deteksi dini melalui skrining sangat penting agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Reny.
Ia menjelaskan, skrining jantung yang diberikan secara gratis bertujuan untuk mengetahui kondisi jantung anak sejak dini sehingga solusi medis dapat segera ditentukan. Wagub juga mengimbau para orang tua dan siswa agar tidak ragu mengikuti pemeriksaan.
“Tidak usah takut, karena pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter-dokter ahli,” tegasnya.
Melalui peringatan CHD Awareness Week, Wagub berharap kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan semakin meningkat. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa dapat diperluas hingga ke kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Tengah.
“Saya berharap skrining seperti ini bisa dilaksanakan di daerah lain, sehingga penyakit jantung bawaan dapat diketahui sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Wakil Gubernur bahkan mengajak siswa-siswi SDIT Bina Insan Palu bernyanyi bersama lagu Maju Tak Gentar untuk menumbuhkan semangat dan keceriaan anak-anak.
Usai membuka acara, Wagub meninjau langsung pelaksanaan skrining di ruang kelas 1 Abu Bakar dan Umar yang difungsikan sebagai ruang pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dan ekokardiografi (echo jantung).
Kegiatan ini dihadiri Ketua PERKI Sulawesi Tengah, Kepala SDIT Bina Insan Palu, perwakilan Direktur RS Anutapura Palu, serta mahasiswa tim bantuan medis Arteri Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa).**