PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., meninjau langsung kesiapan program “Gubernur Menyapa” yang akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pertemuan koordinasi ini dilangsungkan di Ruang Polibu pada Kamis (9/4/2026).
Agenda ini direncanakan berlangsung secara serentak di berbagai lokasi pada 12 kabupaten/kota melalui sambungan daring, segera setelah upacara HUT Provinsi Sulawesi Tengah pada 13 April 2026 mendatang. Titik pelaksanaan mencakup sejumlah sekolah menengah, antara lain SMA 1 Sigi, SMA 1 Sindue (Donggala), SMA 1 Parigi, SMK 1 Toli-Toli, SMK 1 Biau (Buol), SMA 1 Luwuk (Banggai), SMK 1 Tinakung (Banggai Kepulauan), SMA 1 Banggai (Balut), SMA 1 Petasia (Morowali Utara), SMA 1 Bungku (Morowali), SMAN 3 Poso, SMA GKST 2 Tentena, serta SMAS 1 Ampana Kota (Tojo Una-Una).
Wakil Gubernur menginstruksikan agar seluruh aspek teknis, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan, dipersiapkan secara maksimal karena melibatkan banyak pemangku kepentingan. Beliau meminta seluruh jajaran tenaga medis dan guru di daerah untuk sudah berada di lokasi sebelum acara dimulai.
“Kita targetkan sebelum pukul 12.00 WITA seluruh rangkaian sudah selesai. Jadi teman-teman di kabupaten/kota harus benar-benar siap, baik dari sekolah maupun puskesmas yang ditunjuk,” tegasnya.
Dalam teknis pelaksanaan CKG, tiap puskesmas diminta untuk melaporkan hasil layanan kesehatan yang telah dilakukan sejak awal tahun hingga hari puncak acara. Wagub juga menekankan pentingnya akurasi input data ke aplikasi sebagai dasar evaluasi dan bentuk transparansi kerja.
Kegiatan CKG merupakan bagian dari inisiatif “Gebyar Berani Cek Kesehatan Gratis Terpadu” yang bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini penyakit. Program ini juga merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan kesehatan nasional yang digagas oleh Presiden RI.
Walaupun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan stok reagen dari pemerintah pusat, Wagub mengimbau agar instansi terkait tetap memberikan pelayanan terbaik sesuai kapasitas yang ada.
“Yang bisa dilakukan di puskesmas, segera lakukan. Sambil kita terus dorong percepatan distribusi dari pusat,” ujarnya.
Beliau juga menggarisbawahi bahwa kunci kesuksesan acara ini terletak pada kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Dengan menyasar sekolah, diharapkan edukasi mengenai kesehatan preventif dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., menjelaskan bahwa sesi “Gubernur Menyapa” akan melibatkan para siswa di setiap titik yang telah ditentukan. Siswa akan mengikuti rangkaian upacara dan berkesempatan berinteraksi langsung dengan Gubernur secara virtual.
“Kami sudah menyiapkan sekolah-sekolah sebagai pusat kegiatan di masing-masing kabupaten. Tinggal koordinasi teknis dengan pihak sekolah dan dinas terkait,” jelasnya.
Rapat ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, dr. Syahriar, M.Kes., serta para tenaga medis dan kependidikan se-Sulawesi Tengah melalui pertemuan daring.
Melalui inisiatif ini, Pemprov Sulawesi Tengah berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih dekat dan nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang sehat di wilayah tersebut. **