PALU – Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal setelah tiga petak rumah semi permanen di Lorong 3, Jalan Samratulangi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, terbakar pada Rabu (3/9/2025) pagi.
Api mulai berkobar sekitar pukul 06.50 Wita dan dengan cepat melahap seluruh isi rumah, hingga hanya menyisakan puing.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu yang menerima laporan pukul 06.45 Wita segera menurunkan enam unit armada dan 46 personel. Upaya pemadaman berlangsung hampir 40 menit sebelum api berhasil dikendalikan sekitar pukul 07.30 Wita.
Kepala Damkarmat Kota Palu, Hasan Lahinding, menjelaskan kondisi rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat api cepat merambat.
“Keadaan rumah ini ada tiga petak, satu rumah kos, posisinya semi permanen, sebagian besar terbuat dari kayu. Api begitu cepat merembet. Alhamdulillah tidak ada kendala, meskipun jalannya agak sempit, tapi dari depan dan belakang kita tembak karena daerah sini cukup padat,” ujarnya.
Meski penyebab kebakaran belum bisa mereka pastikan, Hasan mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi arus pendek listrik.
“Selama ini banyak kejadian korslet. Harus memakai kabel SNI, kalau sudah digunakan puluhan tahun coba dicek kembali. Kalau sudah 15–20 tahun bisa diganti, karena cuaca di Palu cukup panas dan berisiko merusak kabel,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga membeberkan disalah satu rumah ada ponsel yang sedang di isi daya kemudian ditinggalkan diduga jadi pemicu kebakaran.
Akibat insiden itu, lima kepala keluarga dengan 12 jiwa yang menghuni rumah utama serta dua kepala keluarga dengan 5 jiwa di rumah belakang kehilangan tempat tinggal. Beruntung, tak ada korban jiwa dari insiden tersebut. **