TOLITOLI – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau Sungai Lembe, salah satu titik rawan banjir di Tolitoli, dan menegaskan normalisasi aliran sungai menjadi prioritas untuk mencegah luapan yang kerap merendam permukiman warga.
Dalam kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bersama Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Anwar didampingi Bupati Amran H. Yahya meninjau langsung kondisi Sungai Lembe yang pernah merendam ratusan rumah warga, termasuk di Desa Pangi dan Kelurahan Baru.
Sungai tersebut tercatat beberapa kali meluap saat curah hujan tinggi, mengakibatkan jalan raya hingga rumah penduduk tergenang. Bahkan pada peristiwa sebelumnya, banjir merendam sekitar 400 rumah di kawasan bantaran sungai.
Anwar Hafid menegaskan, normalisasi harus menjadi solusi permanen agar daya tampung Sungai Lembe lebih optimal menahan debit tinggi.
“Kita harus atasi akar masalahnya, jangan hanya menangani akibatnya,” ujarnya saat berada di lokasi.
Ia juga menekankan bahwa penanganan banjir tidak hanya bersifat teknis, melainkan menyangkut keselamatan warga dan keberlanjutan pembangunan. Karena itu, proses normalisasi diharapkan berjalan cepat, berkelanjutan, dan tidak tersendat birokrasi.
Kehadiran Gubernur dan rombongan menegaskan bahwa isu banjir menjadi salah satu agenda penting Rakerda. Normalisasi Sungai Lembe, menurut Anwar, harus sejalan dengan program pembangunan lain agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.**