DONGGALA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pelita Prabu Nusantara di Kecamatan Banawa Tengah memastikan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengawasan ketat. Seluruh bahan mentah yang masuk ke dapur layanan wajib melewati pemeriksaan sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Proses pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemeriksaan fisik dan administrasi. Petugas memverifikasi asal bahan baku, kondisi kemasan, hingga kelayakan konsumsi untuk memastikan bahan yang diolah benar-benar berkualitas tinggi.
Kepala SPPG Yayasan Pelita Prabu Nusantara, Mohamad Rizwan, menegaskan bahwa kontrol kualitas tersebut merupakan bagian dari prosedur wajib untuk menjamin keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.
“Pengendalian mutu kami lakukan secara berlapis, mulai dari penerimaan bahan mentah, proses pengolahan di dapur, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah penerima manfaat,” ujarnya Kamis (8/1/2025).
Kebijakan ini selaras dengan instruksi Badan Gizi Nasional yang mengharuskan pelaksana Program MBG memastikan standar gizi dan keamanan sajian. Di wilayah Banawa Tengah, program ini melayani 1.721 penerima manfaat mulai dari jenjang TK hingga SMA.
Selain menjaga higienitas dapur dan prinsip gizi seimbang, SPPG juga berkoordinasi aktif dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Donggala terkait teknis penyimpanan dan distribusi bahan pangan.
“Langkah ini diharapkan dapat menjaga konsistensi kualitas layanan MBG sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut,” tutupnya.