– Asosiasi Kabupaten () Donggala mulai mematangkan peta jalan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Morowali Utara yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan fisik dan mental atlet melalui penjaringan ketat dari kawah candradimuka kompetisi Liga 4.

​Ketua ASKAB PSSI Donggala, Mohammad , menjelaskan bahwa meskipun antusiasme atlet sangat tinggi, pihaknya memilih untuk tidak melakukan seleksi pada bulan April ini. Menurutnya, melakukan seleksi saat ini dianggap terlalu dini dan berisiko bagi stabilitas performa pemain.

​”Kalau sekarang kita lakukan seleksi, itu terlalu jauh ke bulan November. Jarak 7 bulan akan menelan banyak biaya untuk menjaga ritme atlet agar tidak jenuh. Paling ideal seleksi dilakukan pada Agustus atau September, setelah perayaan 17-an. Waktu tersebut sangat cukup untuk mematangkan tim,” bebernya Senin (13/4/2026).

​Langkah strategis ini diambil berkaca dari pengalaman pahit pada Porprov Luwuk Banggai silam, di mana koordinasi anggaran yang lemah membuat persiapan atlet menjadi terhambat. Edwan berkomitmen untuk menjalankan manajemen persiapan yang lebih rapi, transparan, dan profesional.

​”Harapan kita, jangan lagi ada manajemen ‘belli bella’—atlet disiapkan tapi anggaran tidak ada. Kasihan atlet kita, belum bertanding psikisnya sudah rusak. Prestasi harus ditunjang dengan kepastian anggaran,” tegas Anggota Donggala Fraksi Demokrat tersebut.

​Edwan juga memberikan jaminan penuh bahwa skuad yang akan diberangkatkan menuju Morowali Utara murni berdasarkan kualitas individu yang muncul selama Liga 4 Donggala, tanpa adanya intervensi pihak luar.

​”Kami siapkan atlet terbaik tanpa embel-embel anak si anu atau kemenakan si anu. Tidak ada itu atlet titipan,” tambahnya.

​Kesiapan matang ini didorong oleh tren positif sepak bola Donggala yang meningkat sejak 2022. Setelah sempat vakum prestasi selama hampir sewindu, Donggala kini menjadi salah satu daerah paling produktif dengan catatan 22 kali pertandingan dalam setahun.

​Dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah juga menjadi energi tambahan bagi ASKAB. Edwan secara khusus mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sulawesi Tengah yang turun tangan langsung memastikan kompetisi kasta keempat tetap bisa dinikmati masyarakat dan menjadi wadah pembinaan atlet.

​”Pak Gubernur sudah membantu kita menyelamatkan sepak bola Sulawesi Tengah terkait Liga 4 ini. Kita patut berterima kasih karena kalau bukan beliau yang turun tangan, siapa lagi yang akan membiayai kompetisi ini,” puji Edwan.

​Tak lupa, Edwan juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Donggala, Ibu Vera, yang dinilai sangat totalitas dalam mendukung olahraga, bahkan hingga menggunakan dana pribadi demi suksesnya piala Bupati di Liga 4 Seri Kabupaten.

​”Ibu Bupati ini benar-benar pecinta sepak bola. Saya yakin, selama Bapak Gubernur dan Ibu Bupati memberikan support penuh seperti ini, kami ASKAB PSSI Donggala siap memberikan dan menyiapkan atlet-atlet terbaik,” pungkasnya. BIM