– Di tengah upaya menekan prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan di , tim mahasiswa Program Studi S1 Gizi (UWN) mengambil peran lewat jalur riset ilmiah. Mereka sukses meloloskan penelitiannya dalam pendanaan nasional Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) tahun 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Riset eksakta tersebut berjudul “Kuantifikasi Densitas Zat Gizi dan Karakterisasi Matriks Pangan Etnik Sulawesi Tengah sebagai Parameter Kualitas Biologis dalam Mitigasi Stunting”. Tim peneliti ini diketuai oleh Fitri, dengan anggota Syarifa Ruziqna Hanny dan Yulfiana M. Tuampo di bawah bimbingan Dr. Hepty Muliyati, S.Gz., M.Si.

Fokus utama penelitian ini adalah melakukan kuantifikasi densitas zat gizi serta memetakan kualitas biologis dari ragam hidangan tradisional berbagai suku di Sulawesi Tengah. Pengujian dilakukan melalui analisis laboratorium eksperimental guna melihat seberapa baik zat gizi pada pangan lokal tersebut dapat diserap oleh tubuh manusia.

“Selama ini data ilmiah mengenai nilai gizi kuliner tradisional kita masih sangat minim. Melalui riset ini, kami tidak hanya mendokumentasikan etnogizi, tetapi juga memberikan pembuktian biokimia secara kuantitatif. Kami ingin mengidentifikasi hidangan etnik mana yang paling efektif dalam memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, khususnya anak-anak pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujar Fitri, Ketua Tim PKM-RE UWN.

Diharapkan, hasil akhir riset ini mampu menyumbangkan basis data gizi yang akurat bagi pemerintah daerah dalam merumuskan menu intervensi gizi spesifik berbasis kearifan lokal. Selain laporan ilmiah, tim juga akan menyusun luaran tambahan berupa Atlas Digital Karakterisasi Matriks Pangan Etnik Sulawesi Tengah yang akan didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Rektor Widya Nusantara mengapresiasi tinggi capaian ini dan menegaskan dukungan penuh institusi agar riset ini berjalan lancar hingga mampu melaju ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) mendatang.***