PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menekankan pentingnya pengawasan kolektif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Tengah.
Hal tersebut disampaikannya saat melantik pengurus DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sulteng periode 2025–2030 di Hotel Gransya, Sabtu (18/4/2026).
Reny menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen penuh mengawal program strategis ini demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing generasi muda. Ia bahkan membuka jalur komunikasi langsung bagi masyarakat maupun stakeholder yang menemukan kendala di lapangan.
“Kami harap semua bekerja sama melakukan pengawasan. Jangan ragu untuk menghubungi saya via WhatsApp jika ada masalah,” tegas Wagub Reny di hadapan para pengurus GAPEMBI.
Menyadari skala program yang besar, Reny mengakui adanya potensi dinamika dan tantangan operasional di lapangan. Namun, ia memandang tantangan tersebut sebagai ruang untuk evaluasi dan pembenahan berkelanjutan agar program tetap sasaran.
Menurutnya, program MBG memiliki fungsi ganda, yakni sebagai sarana peningkatan gizi masyarakat sekaligus stimulan bagi ekonomi kerakyatan melalui pelibatan pelaku usaha makanan dan rantai pasok lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Reny mendorong GAPEMBI Sulteng untuk menjadi mitra strategis yang menjembatani pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Badan Gizi Nasional (BGN). Sinergi ini krusial untuk memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Tengah beroperasi sesuai standar kualitas.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala, Ketum DPP GAPEMBI H. Alven Stony, pimpinan DPRD Sulteng, serta perwakilan Kadin dan OPD terkait.