DONGGALA – Ketua DPRD Donggala dari Partai NasDem, Moh Taufik, menegaskan siap menerima dan melaksanakan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait pergantian pimpinan DPRD Donggala sisa masa jabatan 2024–2029.
Politisi yang akrab disapa Upik itu mengaku telah menerima langsung surat keputusan partai tentang pemberhentiannya sebagai Ketua DPRD.
“Saya tadi sudah disampaikan dan sudah menerima surat keputusan Dewan Pimpinan NasDem. Dalam surat ini saya telah diberhentikan sebagai Ketua DPRD dan digantikan oleh sahabat saya Yasin Lataka,” ujarnya kepada wartawan di Kantor DPRD Donggala, Rabu (18/2/2026).
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah Nomor: 015-SE/DPW-NasDem-Sulteng/II/2026 tertanggal 14 Februari 2026 yang melampirkan SK DPP Partai NasDem Nomor: 26.7a-SK/AKD/DPP-NasDem/11/2026 tertanggal 2 Februari 2026.
SK yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim itu menetapkan DR. Moh. Yasin Lataka sebagai Ketua DPRD Donggala menggantikan Moh Taufik.
Upik mengakui secara pribadi kabar tersebut tidak menyenangkan. Namun sebagai kader partai, ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.
“Tentu ini berita yang bagi saya tidak menyenangkan. Secara manusiawi ini tiba-tiba. Tapi sebagai kader partai yang baik, jabatan ini adalah amanah. Saya menerima dengan baik,” katanya.
Ia juga telah mengundang Sekretaris Dewan dan Kepala Bagian Umum untuk segera memproses administrasi pergantian tersebut.
“Tadi saya sudah mengundang Sekwan dan Kabag Umum untuk segera memproses surat ini secepatnya. Saya berharap segera ada pengumuman dan pelantikan pimpinan DPRD yang baru, digantikan oleh Kak Yasin,” ujarnya.
Bahkan, Upik menegaskan dirinya yang akan memimpin langsung rapat paripurna pengumuman dan pelantikan Ketua DPRD Donggala yang baru.
“Saya yang akan memimpin langsung paripurna tersebut mengenai pengumuman dan pelantikan Ketua DPRD yang baru,” tegasnya.
Terkait isu kudeta terhadap Ketua DPW NasDem Sulteng, Nilam Sari Lawira, Upik membantah keras pemberitaan tersebut.
“Siapa saya ini? Saya tidak punya link, tidak punya orang untuk melakukan kudeta. Saya tidak mungkin melakukan itu kepada seorang kakak yang banyak membantu dan berjasa dalam hidup saya. Saya tidak manusia kalau saya melakukan itu,” tegasnya.
Ia menyimpulkan ada oknum yang menyebarkan isu dirinya hendak mengkudeta pimpinan DPW. Termasuk kabar bahwa ia membawa Bupati maupun Wakil Gubernur Reny Lamadjido untuk menggantikan kepemimpinan DPW.
“Itu berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya tidak pernah melakukan kudeta kepada Ketua DPW,” ujarnya.
Upik juga mengungkapkan dalam konsideran surat disebutkan pergantian dilakukan dengan memperhatikan usulan perihal permohonan pergantian Ketua DPRD Donggala. Ia mengaku tidak pernah menerima teguran tertulis maupun lisan sebelumnya.
“Kami tidak pernah mendapat teguran, tidak pernah ada peringatan atau SP1 dan SP2. Tapi apapun itu, ini perintah partai dan kami akan melaksanakan. Kalau ada hal-hal lain, akan kami komunikasikan,” katanya.
Ia juga menyebut informasi yang diterimanya, terdapat empat pimpinan DPRD dari NasDem di Sulawesi Tengah yang turut diganti, yakni Ketua DPRD Provinsi, Ketua DPRD Donggala, Wakil Ketua DPRD Tojo Una-Una, dan Wakil Ketua DPRD Banggai Kepulauan.
“Saya pikir ini kado terbaik yang diberikan kepada saya di masa awal puasa. Doakan saya. Kita terima ini dengan legowo, jangan reaktif. Jabatan ini hanya titipan dan sementara. Kalau rezeki tidak ke mana,” pungkasnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Nilam Sari Lawira atas kesempatan yang pernah diberikan, seraya menegaskan tetap akan berjuang sebagai anggota biasa DPRD Donggala. BIM