DONGGALA – Akses vital penghubung wilayah Pantai Barat Donggala nyaris terputus setelah jembatan di Desa Lero, Kecamatan Sindue, mengalami kerusakan akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026).
Bagian sisi barat jembatan tersebut terkikis derasnya aliran sungai yang meluap sejak pagi hari.
Jembatan ini menjadi jalur utama penghubung antar desa sekaligus akses dari Donggala bagian barat menuju Kota Palu dan pusat pemerintahan Kabupaten Donggala.
Jembatan masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pantauan jendelasulawesi.id, sejumlah warga terlihat bersiaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus kendaraan secara mandiri, mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama di wilayah itu.
Salah seorang warga Desa Lero, Ahmad, mengatakan kemacetan sempat terjadi pada pagi hari akibat meningkatnya debit air sungai yang mengikis bagian landasan jembatan.
“Pagi tadi sempat macet. Air sungai sangat deras dan mengikis bagian bawah jembatan. Air juga membawa material kayu hingga pohon kelapa sehingga membuat pengendara takut melintas,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar kerusakan tidak semakin parah.
“Sebelum jembatan ini benar-benar putus, kami berharap ada tindakan cepat. Jangan sampai masyarakat kesulitan melintas karena tidak ada jalan lain selain ini,” harap Ahmad. BIM