JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Jasa Raharja menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Anak Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas” yang digelar serentak di Kantor Pusat dan 29 Kantor Cabang di seluruh Indonesia, Jumat (26/7). Sebanyak 3.000 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat resmi dikukuhkan sebagai Duta Keselamatan, sekaligus menjadi motor perubahan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Jasa Raharja dalam mendorong partisipasi anak-anak sebagai agen penyampai pesan keselamatan di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Mereka dibekali pemahaman tentang pentingnya tertib berlalu lintas serta diajak untuk peduli terhadap isu perundungan yang semakin marak di kalangan pelajar.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Ketika mereka peduli pada keselamatan sejak dini, kita sedang menanam benih peradaban yang lebih tertib, aman, dan beradab,” ujar perwakilan Jasa Raharja dalam sambutan pembukaan acara.
Kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya angka kecelakaan dan perundungan di kalangan anak-anak. Berdasarkan data Jasa Raharja, sepanjang tahun 2024 terjadi 227.435 kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dari jumlah itu, 56.526 kasus melibatkan anak-anak sebagai korban. Di sisi lain, laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan kasus perundungan di sekolah meningkat tajam, mencapai 30 hingga 60 persen setiap tahun.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mencatat bahwa jumlah anak di Indonesia mencapai lebih dari 88 juta jiwa atau sepertiga dari total populasi nasional. Namun demikian, kelompok usia ini masih rentan terhadap berbagai risiko, terutama di jalan raya dan lingkungan sosialnya.
Melalui program Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas, Jasa Raharja ingin memastikan bahwa pendidikan tentang keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anak sejak usia sekolah. Ribuan siswa dari berbagai sekolah yang berada di wilayah rawan kecelakaan diundang dan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang lebih sadar, peduli, dan berani menyuarakan pentingnya keselamatan serta perlindungan terhadap sesama. Sebab di balik helm kecil mereka, ada suara besar yang membawa harapan akan jalanan yang lebih aman dan masa depan yang lebih cerah.