DONGGALA – Anggota DPRD Kabupaten Donggala Zulkifli Azis meninjau langsung sejumlah titik rembesan air di ruas jalan aspal baru menuju Dusun Kulolu, Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Jumat (6/3/2026), menyusul keluhan warga terkait dugaan kebocoran pipa distribusi air.
Peninjauan itu dilakukan setelah ia menerima laporan masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Dusun Kulolu. Bersama warga, Zulkifli kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi yang dilaporkan di lapangan.
Seorang warga setempat, Tikmin, menyebut terdapat tiga titik rembesan air di sepanjang jalan tersebut. Ia menduga air berasal dari kebocoran pipa distribusi yang berada di bawah badan jalan aspal yang baru selesai dibangun pada Desember 2025 lalu.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga berada dalam situasi sulit. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan perbaikan pipa agar pasokan air kembali normal, namun di sisi lain mereka khawatir pembongkaran akan merusak jalan yang baru dibangun.
“Di sini ada tiga titik rembesan. Pipa airnya berada di bawah jalan aspal. Kalau tidak dipindahkan, dikhawatirkan jalan bisa rusak, tapi kami juga sangat membutuhkan air,” ujarnya.
Ia mengatakan, aliran air bersih ke wilayah Dusun Kulolu telah terhenti selama hampir dua pekan. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengandalkan sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, kata dia, warga sempat membongkar sebagian kecil badan jalan untuk memastikan kondisi pipa yang diduga bocor tersebut.
“Kami berharap pipa air itu bisa dipindahkan ke lokasi lain agar tidak lagi berada di bawah badan jalan,” kata Tikmin.
Menanggapi hal itu, Zulkifli Azis menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait.
Menurut legislator dari Partai Demokrat itu, posisi pipa yang berada tepat di bawah badan jalan diduga menyebabkan tekanan saat kendaraan melintas sehingga memicu kebocoran di beberapa titik.
“Pipa distribusi air berada tepat di bawah badan jalan aspal. Kemungkinan karena adanya tekanan kendaraan yang melintas sehingga muncul beberapa titik rembesan,” jelasnya.
Ia meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Perumda Air Minum (PDAM), Dinas Pekerjaan Umum, serta Balai Jalan Provinsi Sulawesi Tengah, guna mencari solusi perbaikan tanpa merusak infrastruktur jalan yang sudah ada.
“Ini perlu segera dikoordinasikan agar persoalan air bersih masyarakat bisa segera teratasi tanpa merusak jalan yang baru dibangun,” kata Zulkifli. BIM