PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan hutan kota seluas 64 hektare sebagai pusat pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan kawasan itu akan disulap menjadi ikon baru sport tourism yang bukan hanya mampu menampung hingga 10 ribu orang pada sesi pembukaan dan penutupan, tetapi juga menyajikan panorama Teluk Palu yang bisa dinikmati langsung oleh peserta maupun masyarakat.
“Desainnya sudah final, insya Allah wajah kawasan ini akan berubah signifikan pada 2027. Kami ingin Fornas bukan sekadar ajang olahraga rekreasi, tetapi juga momentum memperkenalkan wajah baru Palu sebagai kota sport tourism,” beber Anwar Hafid.
Komitmen itu disampaikan Anwar saat menerima audiensi Tim Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Pusat yang dipimpin Ketua Kormi, Adil Hakim, didampingi Sekjen Kemalsyah Nasution, Rabu (16/9/2025).
Pertemuan membahas kesiapan penyelenggaraan Fornas 2027, termasuk meninjau sejumlah potensi venue yang dapat diintegrasikan dengan pariwisata, mulai dari arung jeram hingga kawasan alam yang cocok dijadikan destinasi olahraga.
Sekjen Kormi, Kemalsyah Nasution, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan aksesibilitas.
“Selain arena pertandingan, aspek keamanan, layanan kesehatan, hingga akomodasi harus jadi perhatian. Kami juga mengusulkan konsep glamping di sekitar venue, agar peserta bisa menikmati panorama sekaligus mendapatkan pengalaman berbeda selama Fornas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kormi, Adil Hakim, mendukung Palu sebagai pusat pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pemusatan di ibu kota provinsi akan memberikan kenyamanan bagi peserta, sekaligus membuka peluang promosi wisata ke kabupaten lain setelah event selesai.
“Fornas di Palu akan menjadi ajang strategis, karena dapat menumbuhkan ekonomi daerah melalui sport tourism,” jelasnya.
Anwar Hafid menambahkan, kawasan hutan kota yang disiapkan bukan hanya sebagai arena olahraga, tetapi juga ruang publik baru bagi masyarakat.
“Kami ingin Fornas 2027 meninggalkan legacy positif bagi Sulawesi Tengah. Setelah event selesai, kawasan ini akan tetap menjadi pusat kegiatan rekreasi, wisata, dan kebanggaan masyarakat Palu,” pungkasnya.**