PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memanfaatkan pertemuan dengan perwakilan Kementerian PAN-RB sebagai upaya membuka celah kerja sama ekonomi sekaligus memperluas akses pasar global bagi produk unggulan Sulawesi Tengah.
Dalam diskusi bersama Andi Rahadian, Duta Besar RI untuk Oman dan Yaman yang baru dilantik April 2026 lalu, Gubernur menyoroti potensi besar komoditas daerah.
“Kita punya banyak produk unggulan, seperti tenun Donggala, hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan yang bisa kita dorong ke pasar ekspor,” ujarnya Rabu (6/5/2026).
Ia juga mengungkapkan adanya peluang kolaborasi dengan negara-negara di Timur Tengah.
“Negara seperti Oman punya potensi besar. Kita perlu melihat langsung peluang kerja sama yang bisa dikembangkan di sana,” tutur Gubernur.
Menanggapi hal itu, Andi Rahadian menilai beberapa produk Sulawesi Tengah memiliki prospek kuat di pasar internasional.
“Produk seperti durian, kelapa, hingga olahan beku memiliki potensi besar untuk ekspor. Tinggal bagaimana kita dorong akses pasarnya,” terangnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini tengah berupaya mendorong pembukaan jalur ekspor langsung agar tidak lagi bergantung pada negara perantara. Di sisi lain, peningkatan konektivitas melalui rute penerbangan internasional baru menjadi langkah strategis untuk menggaet wisatawan mancanegara.
“Dengan konektivitas yang semakin terbuka, kita bisa mendorong wisatawan datang dan sekaligus memperluas peluang investasi,” kata Gubernur.
Ia menambahkan bahwa destinasi wisata seperti Banggai memiliki daya tarik luar biasa bagi turis asing, terutama pada sektor wisata bahari.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Sulawesi Tengah dalam menyelaraskan penguatan birokrasi dengan pengembangan ekonomi daerah. Harapannya, Sulteng mampu bersaing di tingkat global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. **