– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu saat ini tengah gencar memburu terduga pelaku penyerangan dan pembunuhan tragis yang menewaskan seorang ayah dan anak di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, .​

Insiden berdarah yang terjadi pada Minggu (26/7/2026) malam sekitar pukul 22.10 WITA tersebut menewaskan seorang pria berusia 32 tahun dan anak balitanya yang baru berusia 2 tahun. Sementara itu, istri korban mengalami luka berat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.​

​Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena melalui Kasat Reskrim AKP Ismail Boby mengonfirmasi bahwa tim penyelidik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.​

​“Tim kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Video yang beredar di media sosial masih diduga menampilkan pelaku, namun hal tersebut masih dalam proses pendalaman,” ujar AKP Ismail Boby.​

​Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap saat seorang tetangga mendengar suara keributan hebat dari dalam rumah korban. Sempat menegur dari luar pekarangan namun situasi tidak kunjung mereda, saksi tersebut kemudian menghubungi Ketua RT setempat untuk meminta bantuan.​

Tak lama berselang, para saksi mendengar teriakan histeris istri korban dari dalam rumah. Karena pagar depan dalam kondisi tergembok, warga terpaksa mendobraknya untuk memberi pertolongan.​

​Saat berhasil masuk melalui pintu depan yang sudah terbuka, saksi mendapati korban pria tergeletak dengan luka tusuk parah di bagian perut. Penelusuran berlanjut ke area kamar, di mana warga menemukan anak korban yang berusia 2 tahun sudah dalam kondisi meninggal dunia, serta istri korban yang bersimbah darah akibat luka-luka penyerangan.​

​Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami identitas serta motif di balik aksi penyerangan sadis tersebut. AKP Ismail Boby mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar pelaku dapat segera dibekuk.​

​“Kami memohon doa dan dukungan dari rekan-rekan media maupun masyarakat agar pelaku segera berhasil ditangkap. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan dan pengejaran menunjukkan hasil,” tegasnya. BIM/***