PALU – Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rohani Mastura, M.Si., memberikan klarifikasi terkait dana dukungan sponsorship dari Bank Sulteng pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS). Ia menegaskan bahwa pengajuan bantuan kepada pihak perbankan tersebut murni senilai Rp11 juta.

Rohani menjelaskan bahwa angka tersebut disusun berdasarkan surat permintaan resmi dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Sulteng, Moh. Asdy. Besaran dana disesuaikan secara presisi dengan volume komoditas pangan yang dijual murah kepada masyarakat saat kegiatan berlangsung pada 21 Oktober 2026.

“Permintaan Dinas Pangan ke Bank Sulteng berkaitan dengan sponsorship Gerakan Pangan Murah untuk subsidi harga pangan yang dirangkaikan dengan Hari Pangan Sedunia. Memang hanya sebesar Rp11 juta, sesuai dengan volume komoditi pangan yang dijual ke masyarakat pada saat pelaksanaan GPM kemarin,” ujar Rohani, Jumat (23/10/2026).

Mantan Staf Ahli Gubernur Sulteng ini menambahkan, Dinas Pangan secara aktif menginisiasi keterlibatan sektor perbankan dan perusahaan swasta untuk berpartisipasi menyukseskan program stabilisasi harga pangan tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh alokasi subsidi harga dalam kegiatan HPS tersebut murni bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) atau sponsorship Bank Sulteng, tanpa menggunakan dana lain di luar alokasi volume komoditas yang disalurkan.

“Anggaran subsidi yang dialokasikan pada pelaksanaan tersebut murni menggunakan dana sponsorship Bank Sulteng sesuai alokasi jumlah komoditi yang dijual,” urai Rohani.

Langkah merangkul pihak swasta dan BUMD ini, lanjut Rohani, mengacu pada arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan. Bapanas mendorong pemerintah daerah untuk mengikutsertakan perbankan, Bank Indonesia, serta perusahaan swasta melalui skema CSR dalam mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di daerah. **