PALU – Tim mahasiswa Universitas Widya Nusantara sukses mengamankan hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Mahasiswa (P2MW). Melalui proposal berjudul “Transformasi Fashion Lokal Berbasis Kearifan Budaya Sulawesi Tengah Menuju Wirausaha Muda Mandiri, Kreatif, dan Berdampak”, mereka membidik kategori usaha Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan sebagai langkah strategis mengangkat potensi lokal ke pasar berkelanjutan.
Proyek ini dipimpin oleh Anissa Anggraini bersama dua anggotanya, Nur Rahmah dan Thersa Valensya R. Anissa menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah mengintegrasikan nilai budaya Sulawesi Tengah ke dalam seluruh proses rantai pasok fashion, mulai dari desain hingga pemasaran.
”Kami ingin menjadikan warisan budaya sebagai modal kreatif yang dapat membuka peluang ekonomi bagi generasi muda dan pelaku usaha mikro di daerah,” ujar Anissa.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa UWN ini didampingi oleh dosen pendamping Wendi Muhammad Fadhli, S.Farm., Apt., M.H., serta mentor Jalaluddin Shakti, S.Kep., Ns. Program ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan produk dan layanan, serta pemasaran berbasis pariwisata dan perdagangan digital.
Menurut dosen pendamping, Wendi Muhammad Fadhli, S.Farm., Apt., M.H., pembinaan yang menyeluruh menjadi kunci keberlanjutan proyek.
”Pendekatan kami bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental wirausaha, tata kelola usaha, dan strategi pemasaran yang adaptif terhadap pasar modern,” katanya.
Sementara itu, mentor Jalaluddin Shakti, S.Kep., Ns., menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi, pelaku usaha lokal, dan sektor pariwisata.
“Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem di mana produk fashion berbasis kearifan lokal tidak hanya bernilai seni, tetapi juga bernilai ekonomis dan pariwisata,” tambahnya.
Program ini diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui produk-produk fashion yang memiliki nilai jual. Selain itu, produk yang dihasilkan diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga memperluas pangsa pasar produk unggulan Sulawesi Tengah.
Dengan terbukanya akses pendanaan dan pendampingan profesional, proyek ini diharapkan menjadi contoh model pemberdayaan berbasis kampus yang mampu mendorong lahirnya wirausaha muda mandiri, kreatif, dan berdampak luas. *