JAKARTA – Mesjid Raya Baitul Khairat di Palu tidak hanya menjadi ikon baru Sulawesi Tengah, tetapi juga menorehkan sejarah dengan meraih dua rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kubah terbesar di Indonesia berdiameter 90 meter dan menara jam analog terbesar berdiameter 19,3 meter.

Piagam rekor diserahkan oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, kepada Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Dr. Andi Ruly Djanggola, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, di kantor MURI Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dalam sambutannya, Andi Ruly menyampaikan bahwa pembangunan Mesjid Raya Baitul Khairat dilaksanakan sesuai desain pemenang sayembara tahun 2021 dan perencanaan tahun 2022. Ia menegaskan bahwa perolehan rekor MURI bukanlah tujuan utama, melainkan pengakuan atas hasil karya arsitektur yang sarat nilai filosofi.

“Tidak ada rencana membangun mesjid ini untuk memperoleh rekor MURI. Pembangunan dilakukan sesuai desain, dan MURI menilai kubah serta menara jamnya sebagai yang terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Filosofi angka sembilan (9) menjadi dasar desain bangunan, terinspirasi dari surat ke-9 dalam Al-Qur’an, At-Taubah, yang bermakna pengampunan. Kubah berdiameter 90 meter dan menara jam berdiameter 19 meter melambangkan semangat untuk menjadikan Mesjid Baitul Khairat sebagai rumah kebaikan dan tempat memohon ampunan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Pembangunan Mesjid Raya Baitul Khairat berlangsung sejak 23 Oktober 2023 dan dijadwalkan rampung 15 November 2025, melibatkan tiga masa kepemimpinan gubernur. Mulai dari Drs. Longki Djanggola, M.Si yang memprakarsai sayembara desain, Rusdi Mastura yang memulai pembangunan fisik dan penetapan nama “Baitul Khairat”, hingga Anwar Hafid yang membentuk kelembagaan pengelolaan mesjid.

Selain dua rekor MURI, mesjid ini juga memiliki 99 jendela merefleksikan Asmaul Husna, dua menara setinggi 66,66 meter yang menggambarkan jumlah tema perintah dan larangan dalam Al-Qur’an, serta tinggi bangunan 30 meter yang melambangkan 30 juz Al-Qur’an.Rencananya, penyerahan piagam rekor MURI akan dilaksanakan di aula Mesjid Raya pada 20 Oktober 2025. Namun, karena proses serah terima hasil pekerjaan baru akan dilakukan pada 15 November 2025, maka penyerahan dilakukan lebih awal di kantor MURI Jakarta.

Menurut Yusuf Ngadri, Mesjid Raya Baitul Khairat menjadi simbol kebangkitan spiritual dan arsitektur Islam di Sulawesi Tengah.

“Filosofi dan struktur mesjid ini bukan hanya kebanggaan daerah, tapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.