PALU — Ketua Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad , menghadiri secara langsung Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah () Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Ruang Rapat Kodam XIII/Merdeka, Kamis (29/1/2026).

Rapat Forkopimda tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, serta dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, unsur Polda Sulawesi Tengah, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Danden AU, Kabinda Sulawesi Tengah, Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, serta Danlanal Palu.

Dalam rapat tersebut, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya persoalan Pertambangan Tanpa Izin (PETI), pemberantasan narkotika, serta stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur Forkopimda dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan daerah.

“Melalui forum Forkopimda yang strategis ini, saya mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen bersama agar Sulawesi Tengah tetap aman, tertib, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa persoalan PETI harus disikapi secara tegas namun tetap berkeadilan. Menurutnya, aktivitas tambang ilegal tidak hanya merugikan negara dan daerah, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat.

“Diperlukan langkah terpadu antara pemerintah, penegakan hukum, pembinaan, serta penyediaan solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat agar persoalan PETI dapat dituntaskan secara berkelanjutan,” kata Arus.

Terkait pemberantasan narkotika, Arus menyebut peredaran dan penyalahgunaan narkoba sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda yang harus diperangi secara bersama-sama.

“Kita tidak boleh lengah. Diperlukan penguatan pengawasan, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor agar Sulawesi Tengah benar-benar bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Selain itu, menjelang bulan suci Ramadan, Arus juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di pasaran.

“Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan kebersamaan, kerja keras, dan komitmen melayani rakyat, Sulawesi Tengah mampu menghadapi berbagai tantangan dan terus melangkah menuju daerah yang aman, adil, dan sejahtera.**