PALU – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu, Abdurrahim Nassar Al’amri, mempertanyakan komposisi peserta program pengembangan kompetensi ke Singapura yang didominasi oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (22/09/2026).
Wim, sapaan akrab politisi Partai Demokrat tersebut, menilai kesempatan pengembangan kapasitas luar negeri seharusnya turut melibatkan aparatur yang memiliki kemampuan teknis serta prestasi di bidang masing-masing.
“Kenapa tidak orang-orang yang memang punya kemampuan, yang berprestasi di masing-masing OPD itu yang dibawa?” tegas Ketua Komisi C DPRD Kota Palu tersebut di tengah rapat Banggar.
Menurutnya, penentuan peserta sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran dan program spesifik. Aparatur yang bersentuhan langsung dengan persoalan teknis dianggap lebih tepat diprioritaskan agar hasil diklat dapat diterapkan secara optimal.
Menanggapi kritikan tersebut, Kepala BPKAD Kota Palu Romy Sandi Agung menjelaskan bahwa agenda ini dirancang khusus sebagai penguatan kompetensi manajerial bagi pimpinan OPD, bukan sekadar kunjungan luar negeri biasa.
“Jadi sebenarnya bukan kunjungan luar negerinya. Tetapi bagaimana pimpinan OPD ini bisa mengembangkan kompetensi manajerial. Itu yang paling penting,” jelas Romy.
Banggar DPRD Kota Palu selanjutnya meminta pemerintah daerah untuk memperjelas kriteria peserta dan penyesuaian materi pembelajaran agar keberangkatan ke Singapura memberikan manfaat yang jelas bagi pembangunan daerah. **