PALU – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Sulawesi Tengah menorehkan capaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur konektivitas melalui program Berani Lancar. Melalui program taktis ini, dinas berhasil merampungkan total 67 paket pekerjaan fisik yang tersebar di 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

​Capaian strategis dari realisasi pembangunan infrastruktur tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas BMPR Provinsi Sulteng, Dr. Ir. Faidul Keteng, S.T., M.Si., M.T., IPU., dalam kegiatan jumpa pers pencapaian program BERANI 9 bersama media yang digelar di Kantor Bappeda Provinsi Sulteng di Palu, Senin (6/7/2026).

​Dalam pemaparannya, Faidul menjelaskan bahwa realisasi fisik yang sukses dituntaskan tersebut mencakup penanganan pada 57 ruas jalan dengan total panjang mencapai 43,73 kilometer, serta pembangunan dan penggantian 10 unit jembatan dengan total bentang 52,17 meter.

​Faidul menambahkan, dari seluruh capaian program penyelenggaraan jalan tersebut, porsi pekerjaan didominasi oleh rekonstruksi berat untuk memantapkan ruas-ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah, yakni mencapai 62,8 persen dari total penanganan.

​”Untuk kategori pekerjaan jalan di luar kontrak tahun jamak (Non-MYC), kami telah menyelesaikan 46 paket kerja. Capaian ini meliputi rekonstruksi di 21 ruas jalan sepanjang 22,66 kilometer, pemeliharaan atau rehabilitasi di 28 ruas jalan sepanjang 12,51 kilometer, serta pembangunan jalan baru di 8 ruas sepanjang 8,56 kilometer,” urainya.

​Selain paket reguler, kesuksesan program Berani Lancar juga ditopang oleh progres positif pada keberlangsungan proyek strategis daerah melalui skema Multi Years Contract (MYC). Sebanyak 12 paket MYC berjalan sesuai target, mencakup rekonstruksi 11 ruas jalan strategis di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Buol, Morowali Utara, Poso, Sigi, Toli-Toli, serta penggantian Jembatan Paisu Puso di Kabupaten Banggai Laut.

​Lebih lanjut, Faidul merincikan komposisi capaian berdasarkan klaster kewenangan. Sebesar 60 persen dari total program merupakan penanganan pada aset kewenangan provinsi yang mencakup 31 ruas jalan sepanjang 23,97 kilometer dan 3 unit jembatan.

​Sementara 40 persen sisanya merupakan kontribusi nyata di luar kewenangan langsung provinsi yang diwujudkan secara konkret melalui Program “Berani Lancar 1000 Km Jalan Tol Desa”. Realisasi pada sektor ini berhasil menyasar penanganan 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer dan pembangunan 7 unit jembatan bentang pendek.

​”Capaian dari program Berani Lancar ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Konektivitas antardesa kini kian mantap, biaya logistik hasil tani dan perikanan berhasil ditekan, mobilitas warga ke pusat layanan publik semakin cepat, dan simpul-simpul ekonomi baru di tingkat perdesaan mulai tumbuh kuat,” pungkas Faidul. BIM