DONGGALA – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala menginisiasi penanaman pohon mangga di lingkungan sekolah sebagai bagian dari inovasi Gerakan Sekolah Tanam Pangan Sepuluh Pohon (Gersetapasero).
Kegiatan ini diikuti perwakilan sekolah dasar, SMP, serta PAUD se-Kabupaten Donggala, dengan penyerahan bibit pohon mangga kepada satuan pendidikan untuk ditanam di lingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan tersebut dipusatkan di SDN 8 Banawa, Desa Loli Oge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Jumat (6/2/2026).
Sebanyak 140 bibit pohon mangga diserahkan secara simbolis kepada sekitar 30 perwakilan SD, serta perwakilan SMP dan PAUD.
Kepala Disdikpora Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan program ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui satuan pendidikan.
“Sekolah menjadi ruang pembelajaran hidup. Peserta didik tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar mencintai lingkungan dan memahami pentingnya ketahanan pangan,” ujar Ansyar.
Ia menjelaskan, pohon mangga dipilih karena memiliki nilai ekologis dan ekonomis. Selain berfungsi sebagai tanaman perindang dan penyerap debu, mangga juga menghasilkan buah yang bernilai ekonomi.
“Ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mendukung Asta Cita Presiden RI terkait swasembada dan ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Menurut Ansyar, kegiatan penanaman pohon juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa dengan menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.
Jika diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Donggala, jumlah pohon mangga yang ditanam diperkirakan dapat mencapai sekitar 5.000 pohon. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan bibit.
“Kita lakukan bertahap. Jika bibit tersedia kembali, akan kita salurkan ke sekolah-sekolah. Harapannya, pohon-pohon ini dirawat dengan baik. Minggu depan saya juga akan melakukan pengecekan,” katanya.
Bibit pohon mangga tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Donggala.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Donggala, Irwan, menyebut kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Donggala yang menetapkan daerah tersebut sebagai Kota Mangga dalam program pengembangan tanaman mangga unggulan.
Ia menegaskan, Disdikpora tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memastikan keberlanjutan perawatan melalui pembinaan dan pendidikan karakter di sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus jiwa kewirausahaan siswa di sektor pertanian dan perkebunan, mengingat potensi mangga yang besar di Donggala,” pungkasnya.**