DONGGALA – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan siswa sekolah dasar di Dusun Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, menyeberangi sungai menggunakan rakit untuk berangkat ke sekolah.
Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, mengakui keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Donggala.
“Dari sisi sarana prasarana memang masih terbatas, terutama di daerah terpencil. Karena itu, kami perlu memastikan terlebih dahulu kondisi di lapangan,” ujar Ansyar, Rabu (11/2/2026).
Ia menyampaikan akan turun langsung ke lokasi untuk bertemu pemerintah desa, pihak sekolah, serta masyarakat guna memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencari solusi yang tepat.
Menurutnya, setelah peninjauan lapangan dilakukan, Disdikpora akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk penanganan akses penyeberangan tersebut.
Ansyar menambahkan, jika benar jembatan gantung di lokasi tersebut putus akibat diterjang banjir, pihaknya akan melaporkan kondisi itu kepada Bupati Donggala agar pembangunan kembali jembatan dapat segera didorong.
“Kalau memang sebelumnya ada jembatan gantung di sana, namun rusak diterjang banjir, nanti kami dorong kepada dinas terkait melalui Ibu Bupati agar jembatannya penyeberangannya disegerakan. Ini menyangkut akses vital masyarakat dan keselamatan anak-anak sekolah,” pungkasnya.**