PALU – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memaparkan capaian realisasi program unggulan “Berani Cerdas” tahun anggaran 2025, sekaligus mengumumkan lonjakan alokasi anggaran untuk tahun 2026 yang mencapai Rp351 miliar.

Capaian strategis tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., dalam kegiatan jumpa pers bersama media yang digelar di Kantor Bappeda Provinsi Sulteng di Palu, Senin (6/7/2026).

Firmanza menjelaskan bahwa program Berani Cerdas mencakup tujuh program utama, mulai dari pemberian BOSDA, bantuan SPP siswa miskin, biaya prakerin, beasiswa mahasiswa dan guru, sarana prasarana digital, hingga bantuan seragam sekolah. Pada tahun 2025, total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp174 miliar dan melonjak menjadi Rp351 miliar pada tahun 2026.

“Program Berani Cerdas Tahun 2026 menunjukkan adanya penyesuaian target penerima manfaat dan alokasi anggaran yang disesuaikan dengan prioritas kebijakan,” ujar Firmanza dalam paparannya.

Berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Disdik Sulteng 2025, beberapa program mencatatkan kinerja anggaran dan fisik yang sangat tinggi. Program Sarana Prasarana (Sarpras) Digital berhasil terserap 100 persen dengan realisasi fisik di 13 sekolah. Program BOSDA juga mencatatkan capaian tinggi dengan realisasi anggaran Rp40,96 miliar (97%) menyasar 118.545 siswa.

“Kami bersyukur intervensi teknologi melalui Sarpras Digital berjalan maksimal dan tepat sasaran. Ini penting untuk pemerataan kualitas pendidikan. Begitu pula dengan BOSDA yang serapannya sangat tinggi, artinya program ini benar-benar berjalan di lapangan,” tambah Firmanza.

Meski demikian, terdapat beberapa program yang realisasinya masih rendah di tahun 2025. Bantuan SPP untuk sekolah swasta hanya terealisasi sebesar 34 persen secara anggaran (Rp0,370 miliar) dan menyentuh 21 persen secara kinerja fisik—atau hanya dinikmati oleh 268 siswa dari target awal 1.270 siswa. Penyerapan Beasiswa Mahasiswa pada tahun 2025 juga tercatat rendah di angka 31 persen.

Memasuki tahun anggaran 2026, Disdik Sulteng melakukan pergeseran prioritas berdasarkan evaluasi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026. Beasiswa Mahasiswa kini ditempatkan sebagai prioritas utama dengan anggaran yang melesat tajam sebesar 215,2 persen menjadi Rp264,89 miliar, guna menyasar target 49.137 mahasiswa.

Selain itu, anggaran BOSDA dipastikan naik 41,9 persen menjadi Rp59,58 miliar di tahun 2026. Namun, target penerima manfaatnya sedikit disesuaikan turun sebesar 4,2 persen menjadi 115.084 siswa akibat penyesuaian data cut-off Dapodik per Agustus 2025.

“Evaluasi tahun 2025 menjadi landasan kami dalam menyusun strategi tahun ini. Lonjakan anggaran beasiswa mahasiswa yang sangat besar ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan anak-anak Sulteng bisa menuntaskan pendidikan tinggi mereka tanpa hambatan biaya,” tegasnya.

Sebaliknya, beberapa program mengalami rasionalisasi anggaran dan target yang cukup signifikan di tahun 2026. Bantuan Seragam Sekolah dipangkas anggarannya sebesar 65 persen menjadi Rp1,75 miliar dengan target 2.802 siswa, menurun dari tahun sebelumnya yang menargetkan 11.296 siswa.

Untuk program Bantuan SPP, anggarannya juga turun tipis sebesar 3,6 persen menjadi Rp1,05 milar. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan baru tahun 2026 di mana bantuan tersebut difokuskan khusus bagi siswa SMA, sehingga target penerimanya turun menjadi 280 siswa.

“Rasionalisasi ini harus kami lakukan agar anggaran lebih tepat sasaran. Untuk bantuan SPP, saat ini sifatnya sementara sembari kita menunggu penyesuaian regulasi terkait standar biaya sekolah,” pungkas Firmanza. BIM