PALU – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkintam) Provinsi Sulawesi Tengah meluncurkan inisiatif program BERANI MOSIBAGI. Program ini dirancang untuk mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam melengkapi kebutuhan perabotan dan alat rumah tangga bagi penerima manfaat Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Sulteng.
Kepala Dinas Perkintam Sulteng, Dr. Akris Fatta Yunus, menjelaskan bahwa program BERANI MOSIBAGI menjadi wadah aksi sosial masyarakat dalam berbagi barang rumah tangga yang masih layak pakai dan berfungsi.
”Barang-barang seperti kasur, sofa, lemari, meja, dan peralatan rumah tangga lainnya sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita ketika rumah mereka selesai dibangun atau dibedah. Bagi masyarakat yang memiliki perabotan lebih dan tidak terpakai lagi, kami mengajak untuk ikut dalam gerakan MOSIBAGI ini,” ujar Akris, Rabu (14/7/2026).
Gerakan ini hadir untuk menyempurnakan alokasi Program Pembangunan RTLH dari pemerintah pusat. Pada tahun 2026, Provinsi Sulawesi Tengah mendapatkan kuota sebanyak 5.977 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari target nasional 3 juta rumah layak huni.
Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Sulteng terus mendorong percepatan penginputan data By Name By Address (BNBA) RTLH ke dalam aplikasi my PKP.Akris menambahkan, perbaikan kualitas RTLH melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini sejalan dengan Program Prioritas BERANI Sejahtera, khususnya sub-program BERANI Bedah Rumah.

“Realisasi program BERANI Bedah Rumah berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem melalui renovasi rumah bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1, 2, 3, dan 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” pungkas mantan Kepala Pelaksana BPBD Sulteng tersebut. ***