PALU – Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air () Provinsi mencatatkan sejumlah capaian strategis sepanjang tahun anggaran 2025. Selain merampungkan pembangunan Masjid Raya sebagai ikon baru daerah, Cikasda kini mulai menjajaki kerja sama internasional dengan Suez, perusahaan asal Prancis, guna mengoptimalkan pengelolaan air minum.

Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola, mengungkapkan bahwa penyelesaian Masjid Raya merupakan amanat utama instansinya di tahun 2025. Proyek tersebut telah diresmikan dan kini berada dalam fase pemeliharaan.

“Tugas utama kami memastikan Masjid Raya selesai tepat waktu, terbayar tanpa meninggalkan utang, dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Alhamdulillah, saat ini proses pemeliharaan masih berjalan secara kontraktual hingga akhir tahun depan,” ujar Andi Ruly dalam jumpa pers, Selasa (14/4/2026).

Pada sektor pengairan, Cikasda menginisiasi program inovatif bernama Pandungku (Padat Karya untuk Kemiskinan Ekstrem Turun). Program ini memberdayakan 168 warga miskin kategori Desil 1 untuk melakukan pemeliharaan di 30 daerah irigasi kewenangan provinsi. Melalui pemberian upah sebesar Rp650.000 per bulan, program ini secara matematis dinilai mampu mengangkat warga dari zona pengeluaran miskin ekstrem.

Tak hanya inovasi internal, Cikasda juga tengah memfasilitasi rencana pertemuan strategis antara Gubernur Sulteng dengan Suez. Perusahaan raksasa asal Prancis tersebut menunjukkan ketertarikan untuk mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Uveta melalui skema kerja sama yang efisien.

“Suez melihat potensi besar pada infrastruktur air kita pascabencana, terutama dengan adanya dana hibah Rp1,2 triliun untuk pembangunan intake Saluki dan Sambungan Rumah (SR) di Pasigala. Poin krusialnya, Pemprov tidak mengeluarkan biaya operasional karena semuanya ditanggung mereka,” jelas Andi Ruly.

Andi Ruly menambahkan bahwa Suez memiliki rekam jejak mumpuni di Indonesia, termasuk kemitraan dengan PAM Jaya di Jakarta. Kerja sama ini diproyeksikan menjadi solusi atas tingginya biaya operasional SPAM Uveta, termasuk beban gaji tenaga kerja. Rencana presentasi skema pengelolaan akan dilakukan dalam waktu dekat setelah agenda HUT Provinsi selesai.

Di sisi lain, Cikasda juga memperkuat aspek sosial melalui gerakan inovasi berbagi. Pemerintah merangkul sektor swasta untuk menyediakan perabot rumah tangga bagi warga miskin penerima bantuan hunian.

“Jadi, saat rumah diserahkan, warga tidak hanya menerima bangunan fisik, tapi sudah lengkap dengan listrik, air, hingga perabotan,” imbuhnya.

Keberhasilan berbagai program tersebut berdampak pada kenaikan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) Sulawesi Tengah, dari angka 81 pada tahun 2024 menjadi 86 di tahun 2025. Saat ini, Cikasda terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan perencanaan fisik selaras dengan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) serta fokus pada penanganan desa lokus stunting. **/BIM