PALU – Setelah tujuh tahun beroperasi di kantor sementara akibat rusaknya gedung lama pascagempa dan tsunami 2018, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah akhirnya resmi menempati gedung barunya di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu, Selasa (22/07/2025).
Bangunan permanen yang kini menjadi markas baru BNNP Sulteng berdiri di atas lahan hibah seluas dua hektare dari Pemerintah Provinsi Sulteng. Pembangunan gedung ini dimulai tahun 2024, didanai oleh Bank Dunia dengan anggaran sebesar Rp17,1 miliar.
Dengan luas 1.041 meter persegi, fasilitas tahap pertama dilengkapi pos penjagaan sebagai penunjang utama operasional.
“Sejak 2019 hingga sekarang kami berkantor di lokasi sementara di Jalan Dewi Sartika. Alhamdulillah, pada 2024 pembangunan gedung permanen akhirnya bisa dimulai,” ujar Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule dalam laporannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahap kedua pembangunan akan menyusul melalui anggaran perubahan tahun ini, dengan dana sekitar Rp2,1 miliar. Fase lanjutan ini akan fokus pada penambahan fasilitas penunjang seperti AC, CCTV, genset, sistem tata suara, dan akses jalan masuk.
Menambah daya dukung pelayanan, Pemerintah Kabupaten Morowali juga memberikan hibah bangunan untuk dijadikan fasilitas rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Pengembangan Wilayah, Ihsan Basir, menyampaikan bahwa kehadiran gedung ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melanjutkan pemulihan dan memberantas narkoba.
“Gedung ini bukan hanya simbol fisik pemulihan pasca bencana, tapi komitmen kita yang tidak pernah goyah dalam menghadapi serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika,” tegasnya.
Peresmian gedung juga dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi permasalahan narkoba sebagai isu multidisipliner.
“Kunci utama dalam perang terhadap narkoba adalah kolaborasi yang dibangun di atas kepercayaan antar pihak. BNNP Sulawesi Tengah kini telah ditempatkan sebagai institusi yang sangat urgen hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa rehabilitasi harus menjadi bagian dari pendekatan utama dalam penanganan korban narkoba.
“Pendekatan rehabilitasi adalah pendekatan humanis bagi para korban penyalahgunaan narkoba. Kantor ini harus dimaknai sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat.”
Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Kepala BNN RI, disaksikan oleh perwakilan Pemprov Sulteng, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan pelajar.***