PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memacu potensi komoditas lokal untuk menembus pasar internasional. Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya untuk mendorong wilayah tersebut menjadi salah satu sentra durian unggulan yang siap menguasai pasar global.
Hal itu disampaikan Anwar saat membuka agenda “Berani Merdeka Ekspor Durian” yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng pada Rabu (12/8/2026).
Anwar menyebutkan bahwa Sulteng kini telah mengusung identitas produk bernilai tambah melalui branding “Durian Vulcano Indonesia” guna memperkuat daya saing komoditas lokal di tingkat nasional maupun internasional. Langkah penetrasi pasar global ini berlanjut dari rekam jejak ekspor perdana yang berhasil direalisasikan pada 2025 lalu.
”Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi starting point bagi kita untuk benar-benar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia,” kata Anwar.
Gubernur juga menyoroti peluang besar menembus pasar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang telah dijajakinya dalam dua kali kunjungan kerja. Kedekatan geografis, akses transportasi yang semakin terkoneksi, serta keunggulan cita rasa menjadi modal utama durian Sulteng untuk bersaing di pasar Tiongkok.
Guna mewujudkan ambisi tersebut, Anwar menekankan pentingnya sinergi tanpa ego sektoral antara pemerintah sebagai pembuat regulasi dan dunia usaha sebagai penggerak rantai pasok.
”Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah memberi ruang dan dukungan, dunia usaha bergerak di depan,” tegasnya.
Ia pun menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari pembinaan petani, kemudahan perizinan, hingga penyediaan fasilitas packing house. Hilirisasi komoditas ini diyakini mampu menciptakan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain kegiatan ekspor, acara ini dirangkaikan dengan peluncuran dasbor potensi komoditas pertanian daerah. Agenda tersebut turut dihadiri oleh Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Fausiah T. Ladja, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, serta jajaran pejabat pemprov dan daerah terkait. ***