DONGGALA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Donggala sejak Minggu pagi mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Tanantovea, (11/1/2026).
Desa Wani menjadi wilayah terdampak paling parah, sementara di Desa Lero, Kecamatan Sindue, debit air sungai yang meningkat mengancam jembatan di jalur Trans Sulawesi.
Banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA setelah hujan deras menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, serta Desa Wani Lumbumpetigo. Luapan air disertai arus deras merusak rumah warga dan infrastruktur penghubung antardesa.
Di Desa Wani 1, tiga unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus banjir. Sementara di Desa Wani 3, satu unit rumah terdampak dan jembatan penghubung menuju Desa Labuan Kungguma terputus, sehingga akses warga tidak dapat dilalui.
Berbeda dengan Desa Wani, di Desa Lero tidak terjadi banjir. Namun, tingginya debit air sungai akibat hujan deras menggerus pondasi jembatan pada ruas jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Palu–Donggala. Kondisi jembatan dilaporkan nyaris putus dan membahayakan pengguna jalan.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, warga setempat memberlakukan pengaturan buka–tutup arus lalu lintas secara mandiri di jembatan tersebut. Jalur Trans Sulawesi tetap dapat dilalui secara terbatas sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Donggala dan Provinsi Sulawesi Tengah, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga terdampak banjir di Desa Wani terpaksa mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.
Petugas BPBD telah melakukan kaji cepat di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala untuk penanganan darurat. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembangunan jembatan darurat serta dukungan logistik penanggulangan bencana.
Hingga Minggu malam, kondisi banjir di wilayah Desa Wani dilaporkan berangsur surut. Meski demikian, intensitas dan debit air sungai di sejumlah titik masih terpantau tinggi, sehingga warga dan pengguna jalan Trans Sulawesi diimbau tetap waspada terhadap potensi luapan dan gangguan infrastruktur. (***/BIM)