PALU – Sulawesi Tengah, Dr. H. , M.Si., menegaskan pentingnya peran lembaga penyiaran sebagai garda terdepan dalam melawan maraknya hoaks di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah () Sulawesi Tengah di ruang kerjanya, Senin (15/9/2025).

Dalam pertemuan itu hadir tujuh komisioner KPID Sulteng yang baru dilantik, yaitu Sepryanus Tolule, Muhammad Ramadhan Tahir, Andi Kaimuddin, Muhammad Faras Muhadzdzib L., Rachmat Caisaria, Yeldi S. Adel, dan Mita Meinansi. Kepada Gubernur, mereka menyampaikan program strategis sekaligus menegaskan komitmen memperkuat penyiaran di Sulawesi Tengah.

Anwar menyoroti dampak hoaks yang kerap memicu keresahan publik. Ia mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan televisi dan radio sebagai sumber informasi terpercaya dibandingkan media sosial.

“Sekarang ini hoaks sudah luar biasa, bahkan sering menimbulkan keresahan. Karena itu saya mendukung penuh ajakan KPID agar masyarakat kembali menonton televisi dan mendengarkan radio, karena media penyiaran jauh lebih terjamin dari hoaks dibandingkan media sosial,” tegasnya.

Ketua KPID Sulteng, Andi Kaimuddin, memaparkan sejumlah program literasi penyiaran, di antaranya KPID Goes to Campus and School, pembentukan kelompok perempuan penyiaran bersama PKK dan organisasi perempuan, serta penyediaan iklan layanan masyarakat yang melibatkan 42 radio dan 35 televisi di 13 kabupaten/kota.

KPID juga tengah menyiapkan program unggulan berupa Early Warning Broadcast System (EBS), sistem siaran digital untuk peringatan dini bencana yang mampu menyampaikan informasi hanya dalam tiga detik setelah kejadian.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara Pemprov Sulteng dan KPID untuk memperkuat penyiaran, meningkatkan literasi media, serta menjadikan media penyiaran sebagai benteng utama dalam menangkal hoaks.