TOLITOLI – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tengah, , mengajak para kader PKK di Kabupaten Tolitoli untuk memperkuat sinergi dalam menekan angka sekaligus menjaga ketahanan keluarga.

Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri acara koordinasi bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tolitoli yang dipimpin Ketua TP PKK Sriyanti Amran, Jumat (3/10/2025).

Dalam sambutannya, Sry Nirwanti menekankan peran penting PKK sebagai garda terdepan dalam mendukung program pemerintah, khususnya pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan, dan pencegahan stunting.

Ia mengapresiasi kerja keras jajaran PKK Tolitoli yang berhasil menurunkan angka stunting dari 30,7% pada 2022 menjadi 27,0% pada 2024. Capaian itu menempatkan Tolitoli sebagai salah satu kabupaten terbaik dalam aksi penurunan stunting terintegrasi di Sulawesi Tengah.

“Keberhasilan menekan angka stunting tidak terlepas dari kerja keras para kader PKK dan Posyandu yang aktif mendata, mengedukasi, serta mendampingi keluarga,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, prevalensi stunting di daerah itu pada 2022 tercatat sebesar 29,7%, turun menjadi 27,5% pada 2023, dan kembali menurun menjadi 26,2% pada 2024. Meski demikian, Sry Nirwanti menekankan perlunya percepatan agar target nasional penurunan stunting sebesar 14% pada 2024 dapat tercapai.

Ia juga mengingatkan kader PKK untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui program 9 , khususnya dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan menyiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

Acara yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama kader PKK dan Posyandu se-Kabupaten Tolitoli itu diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus mempercepat target penurunan stunting di Sulawesi Tengah.**