– Aliansi Powelua Menggugat mengancam akan melakukan blokade total terhadap aliran sumber air jika pemerintah daerah tidak segera memperbaiki infrastruktur jalan Desa Powelua dan jembatan Lumbudolo yang rusak parah.

Ancaman serius ini langsung direspons oleh Anggota Kabupaten Donggala, , yang meminta bupati agar memberikan solusi konkret sebelum aksi tersebut terjadi.

Firdaus, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, menegaskan bahwa kemarahan warga sangat beralasan mengingat kondisi di lapangan yang sudah memprihatinkan. Ia berkomitmen untuk mengawal tuntutan ini agar tidak berlarut-larut dan memicu gangguan fasilitas publik yang lebih luas.

“Saya sebagai perwakilan dapil mereka akan menindaklanjuti aspirasi ini. Apa yang mereka sampaikan memang sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Firdaus menanggapi ancaman blokade tersebut Senin (6/4/2026).

Anggota Fraksi PKB ini mengungkapkan bahwa jalan di Desa Powelua saat ini telah menjadi jalur maut yang kerap memakan korban. Menurutnya, keselamatan warga dipertaruhkan setiap kali mereka melintas di wilayah tersebut.

“Jalan tersebut sudah banyak memakan korban, ada warga yang jatuh saat melintas,” tambahnya dengan nada tegas.

Firdaus menjelaskan bahwa persoalan anggaran yang selama ini menjadi alasan pemerintah daerah harus segera dicarikan solusi. Ia meminta Bupati Donggala untuk segera turun tangan secara langsung demi memenuhi hak-hak dasar warga Powelua atas infrastruktur yang layak.

“Ini sudah pernah saya sampaikan saat reses, tetapi memang terkendala anggaran. Saya minta kepada Pemda khususnya Bupati Donggala agar segera menindaklanjuti aspirasi warga Powelua,” jelas Firdaus.

Guna menghindari aksi pemutusan aliran air yang diancamkan warga, Firdaus mengimbau masyarakat untuk memberikan kesempatan bagi pihak legislatif melakukan mediasi terakhir dengan pemerintah kabupaten.

“Saya minta warga untuk menahan diri dan tetap tenang. Insya Allah aspirasi ini bisa segera ditindaklanjuti,” tutupnya. BIM